Langkah Pemerintah Gencarkan Pembangunan Infrastruktur Digital

default

Pemerintah Indonesia saat ini tengah giat-giatnya mengembangkan infrastruktur digital di tanah air. Adapun sejumlah langkah yang dilakukan adalah dengan memperluas jaringan 4G, mengoperasikan satelit multifungsi Satria, membangun data center pemerintah, dan mengembangkan jaringan 5G.

“Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi percepatan transformasi digital. Hal ini penting sebagai penguat fondasi perekonomian untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Dia mengatakan, saat ini terdapat sebanyak 12.548 desa/kelurahan belum terjangkau 4G dari total 83.218 desa/kelurahan. Besarnya potensi digital di Indonesia, mendorong pemerintah melakukan pengadaan infrastruktur di seluruh wilayah, terutama di kawasan tertinggal, terluar, terdepan (3T). tercatat, saat ini ada sebanyak 9.113 desa/kelurahan yang akan difokuskan untuk pengembangan tersebut.

Selain itu, pemerintah juga berencana untuk membangun Pusat Data Nasional di wilayah Jabodetabek, Ibu Kota Negara, dan Batam. Sementara, untuk pengembangan jaringan 5G akan dipersiapkan secara bertahap dengan uji coba di kawasan-kawasan yang siap untuk melaksanakan revolusi industri keempat ataupun kawasan industri terintegrasi. “Uji coba ini akan dilakukan secara terbatas,” kata dia.

Indonesia, menurutnya, memerlukan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7% sampai dengan 6% untuk bisa keluar dari middle income trap. Untuk itu, pemerintah harus mendorong penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan peningkatan produktivitas melalui transformasi digital.

Airlangga menyebut Indonesia memiliki modal yang baik untuk melaksanakan Transformasi Digital. Pasalnya, di tahun 2019, jumlah populasi yang telah menyentuh internet telah mencapai 180 juta orang atau 67% dari total populasi. Sementara, pengguna internet aktif sebanyak 150 juta orang atau 56% dari total populasi.

Pengguna layanan online sebanyak 105 juta orang atau sebesar 39%, dimana 32% dari total tersebut adalah Generasi Y yang berada di rentang usia 20 sampai 39 tahun. “Usia tersebut juga konsisten dengan mayoritas peserta program Kartu Prakerja, dengan latar belakang pendidikan terbesar adalah SMA,” terang Airlangga.

Potensi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan sebesar US$133 miliar dan sebesar US$ 300 miliar untuk ASEAN. Oleh karena itu, dia menegaskan, pemerintah akan mendorong revolusi industri keempat atau Making Indonesia 4.0 dan diharapkan menjadi enabler dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)