Layanan Pesan Antar Makanan Semakin Diminati Selama Pandemi Covid-19

Pada 2 Maret 2020, Indonesia mengumumkan kasus virus Corona pertamanya; ini menandai awal dari rangkaian peristiwa penutupan dan pembatasan. Dengan adanya aturan pembatasan, banyak orang beralih ke layanan pengiriman makanan sebagai cara mereka memilih makanan.

Laporan Tren Kuliner Grab mengungkapkan, 54% dari konsumen kini mencari makanan dan resto baru melalui aplikasi pengantaran makanan. Bisnis F&B pun melihatnya sebagai strategi penting untuk mempertahankan dan tumbuh dalam situasi ini. Tercatat, jumlah bisnis F&B yang aktif di GrabFood pada 2020 tumbuh lebih dari 65% dibandingkan 2019.

"Bisnis F&B yang bergabung dengan platform pengiriman makanan pada tahun 2020 alami 50% peningkatan total penjualan, bahkan dengan aturan pembatasan makan di tempat," ujar Hadi Surya Koe, Head of Marketing GrabFoodGrab Indonesia dalam konferensi inovasi bisnis tahunan GrabNext secara virtual, Jumat (07/08/2021).

Demografis konsumen menunjukkan bahwa keluarga dengan anak merupakan konsumen utama layanan pesan-antar makanan online. Sebab selama Covid-19, banyak konsumen memesan tidak hanya untuk diri mereka sendiri tetapi untuk seluruh anggota rumah.

Sekitar 72% konsumen GrabFood kini memesan untuk keluarga dengan ukuran keranjang (basket size) yang lebih besar. Hal ini menyebabkan peningkatan nilai pesanan. Jumlah pembelanjaan konsumen tumbuh paling besar di tahun 2020 dengan rata-rata >Rp71.000 per pesanan.

Adapun 10 kategori makanan teratas yang dicari di GrabFood diantaranya, makanan cepat saji, masrtabak, pizza, bakso, ayam, nasi goreng, burger, mie, seblak, sate. Bahkan ada hampir 7 juta pesanan martabak di tahun 2020.

Pembatasan juga membuat lebih banyak orang Indonesia memesan makanan untuk sarapan, mereka memilih makanan yang cepat disiapkan dan mudah dimakan. Pesanan sarapan di GrabFood mencapai puncaknya antara pukul 9:00–10:00, dengan menu yang paling banyak dipesan seperti bubur ayam, perkedel, brownies, sate usus, mie ayam, bakwan, soto ayam, tempe, kopi susu, teh, es jeruk.

Sementara untuk makan siang, konsumen lebih suka menu >nasi dengan ayam. Pada tahun 2020, tercatat konsumen memesan lebih dari 42 juta hidangan berbahan dasar ayam saat makan siang. Adapun konsumen memesan lebih banyak menu untuk makan malam, dengan lauk favorit seperti sate ayam, lontong, dan udang goreng. Konsumen pun menikmati makanan ringan di malam hari, seperti ayam goreng, kentang goreng, burger, dan es krim.

Lebih lanjut Hadi mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir, konsumen menjadi lebih sadar akan kesehatan. Ini termasuk cara mereka berpikir tentang makanan: 7 dari 10 orang Indonesia ingin mengonsumsi makanan sehat. Dari jumlah itu, sebanyak 70% bahkan bersedia membayar lebih untuk makanan yang lebih sehat, terutama mereka yang berusia antara 25-44 tahun.

"87% konsumen (terutama usia 25–44 tahun) menyatakan bahwa mereka akan tetap memesan via pesan-antar makanan di masa mendatang," tutur Hadi.

Sebagai informasi, Laporan Tren Kuliner Grab merupakan hasil kerja sama Grab dan NielsenIQ dengan melakukan survei kuantitatif dan kualitatif untuk menghasilkan insight dari 13.000 konsumen secara regional, 14 thought-leader di industri F&B, dan data dari platform Grab.

Laporan yang diluncurkan pada acara GrabNEXT, konferensi inovasi bisnis F&B tahunan kedua bagi Mitra Merchant GrabFood ini, menampilkan tren lanskap kuliner online dan insight bisnis untuk membantu para pelaku bisnis memahami kebutuhan konsumen yang terus berubah dengan lebih baik.

GrabNEXT bertujuan untuk memperkuat ketahanan bisnis merchant, membawa pertumbuhan bisnis ke level berikutnya, agar bisnis kuliner tetap relevan dengan berbagai tren dan kebutuhan konsumen yang terus berubah. Berdasarkan tren ini, mitra merchant didorong untuk menyediakan paket makanan dan varian menu bagi keluarga agar tetap relevan dalam melayani sebagian besar kebutuhan konsumen.

“GrabNEXT merupakan kesempatan bagi mitra merchant kami untuk mengembangkan wawasan dan bisnis melalui berbagai data, fitur serta inovasi terbaru dari Grab. Memasuki tahun kedua GrabNEXT menjadi semakin penting bagi keluarga besar merchants Grab Indonesia, karena begitu banyak perubahan yang terjadi selama pandemi. Kami harap acara ini dapat membantu pengembangan bisnis seluruh mitra,” ujar Neneng Goenadi, Country Managing Director, Grab Indonesia.

Tahun ini, Grab juga memperkenalkan berbagai inovasi teknologi dan tren bisnis terbaru, meluncurkan program pelatihan keterampilan bisnis, serta memberikan voucher digital kepada mitra merchant. GrabFood juga mengumumkan dua fitur baru di aplikasi GrabMerchant.

Pertama, tool insight yang akan menunjukkan data penjualan mitra merchant, performa operasional, serta segmentasi konsumen. Kedua, solusi pemasaran terbaru bernama “Paket Campaign” yang memudahkan mitra merchant untuk mencapai target pemasaran dengan menggunakan gabungan fungsi pemasaran dan kampanye GrabFood.

“Dengan tren F&B yang terus berkembang, kami berharap lanskap industri ini juga akan lebih terintegrasi dan pesanan secara online juga akan terus bermunculan secara luas," tutur Neneng.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)