Legoas Fasilitasi Lelang Kendaraan Lewat Aplikasi

Penetrasi digital semakin hari kian merambah ke banyak segmen. Telah memindahkan banyak proses fisik ke dunia maya. Setelah berbagai aplikasi jual-beli kendaraan bermunculan, kini segmen balai lelang pun mulai terjamah aplikasi digital.

PT Digital Sarana Legoas meluncurkan aplikasi lelang otomotif secara online bernama Legoas. Penjual dan penawar dipertemukan dalam balai lelang online setelah kendaraan diinspeksi oleh Legoas. Jacob Anthonius Margareta, CEO PT Digital Sarana Legoas, mengatakan, Legoas hadir untuk mengakomodasi kebutuhan konsumen akan mobil bekas, sebagai pihak perantara antara penjual asset dengan pembeli. Menurutnya, market mobil bekas sangat besar karena jumlah mobil bekas adalah 3 kali lipat dari unit baru.

“Legoas kependekan dari Lego Aset. Kami adalah perusahaan penjual asset dalam bentuk e-Auction (lelang online) pertama di Indonesia ya. Sudah terdaftar di DJKN. Legoas menawarkan solusi cerdas bagi konsumen yang ingin jual atau beli mobil bekas dengan cepat, mudah, dan transparan, pokoknya bebas ribet,” ujar Jacob.

Ia menjelaskan, Legoas akan memeriksa kendaraan sebelum dimasukkan ke aplikasi pelelangan. Demi mendukung hal ini, Legoas telah menyiapkan infrastruktur untuk cek kendaraan dan penyimpanan asset sebesar 1 hektar (di Jakarta). “Legoas menyiapkan sistem inspeksi kondisi mobil dalam 3 bagian, e-Inspection System, Total Auction Services, Auction Management System. Kami akan merekomendasi harga lelang tetapi penentuan harga tetap dari pemilik. Kendaraan akan diberi QR Code untuk pemantauan di warehouse, sehingga transparansi bisa didapat oleh kedua pihak. Legoas balai lelang pertama yang bisa menginspeksi komplit kendaraan secara digital” jelasnya.

Untuk mengikuti lelang di Legoas, baik penjual dan pembeli perlu mendaftarkan diri  sesuai identitas dan memilih membership. Setelah itu peserta memilih token yang ingin dibeli. Token inilah yang akan digunakan sebagai NPK (nomor Peserta Lelang) pada saat melakukan bidding di aplikasi.

Mengenai revenue stream, Jacob mengatakan, Legoas mengambil keuntungan dari administration fee dari lelang. Pemilik mobil dikenai biaya 2,5%, sedangkan pembeli aset dikenakan deposit mulai Rp 1,5 juta, yang bisa dikembalikan dengan cepat melalui sistem Legoas. Biaya bagi pembeli adalah Rp 1,5 juta yang ditarik dari deposit jika memenangkan lelang.

Jacob menyampaikan, aktivitas lelang di Legoas baru akan dimulai minggu depan. Ia mengaku sudah ada puluhan mobil yang siap dilelang. Di tahap awal ini, Legoas menargetkan dapat melelang sekitar 30 mobil per satu kali lelang. Menurut rencana, Legoas ke depannya juga akan memfasilitasi lelang aset selain kendaraan (mobil dan motor).

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)