Len Gandeng ITB Produksi Emergency Ventilator

Produksi ventilator di sebuah perusahaan manufaktur perangkat medis di Shenzhen, China (Foto: Xinhua/Liang Xu)

PT Len Industri mulai memproduksi emergency ventilator dengan menggunakan komponen lokal bekerjasama dengan ITB. Selain itu, Len kini juga melakukan pengembangan Controlled Ventury Base CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) yang membantu percepatan penyembuhan pasien Covid-19 stage 2.

Manajer Rekayasa Produk Unit Bisnis Industri PT Len Industri, Sentot Rakhmad Abdi menjelaskan, perseroan sedang memproduksi 10 unit ventilator, sekaligus melakukan uji klinis di rumah sakit sebelum nantinya diedarkan secara masal. “Untuk Ventilator, kami sudah mendapatkan sertifikasi dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK). Jika lolos uji klinis maka kami akan melakukan produksi secara masal,” kata dia.

BPPT saat ini memerlukan 600 unit ventilator, dimana PT LEN Industri akan memproduksi sebanyak 300 unit. Adapun kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan adalah 50 unit ventilator per hari. “Untuk saat ini, harga kedua ventilator, baik dari BPPT maupun ITB belum secara resmi ditetapkan, karena produk yang dibuat masih ada penambahan fitur dan ventilator ITB saat ini masih ditujukan untuk keperluan donasi,” ujar Sentot.

Ventilator ini dibuat dengan komponen lokal yang dibuat oleh ITB. Sementara untuk kegiatan assembly dilakukan oleh SMK, Polman, dan Polban. Rencananya, perseroan akan memproduksi ventilator tipe invensif. Tipe ini akan digunakan oleh pasien yang sudah dalam keadaan darurat dan tidak bisa mengatur nafasnya. Desain ventilator yang diadopsi oleh BPPT merupakan jenis ventilator yang telah teruji secara medis di Spanyol. Ventilator jenis ini sudah diproduksi secara massal di negara tersebut.

Sebagai tambahan, PT LEN Industri saat ini masih menjalankan proyek-proyek strategis di tengah pandemi Corona. Beberapa proyek yang masih berjalan diantaranya Rudal Pertahanan Udara Statstreak, Pamtas (Pengamanan Perbatasan) Indonesia-Malaysia, dan pengadaan sistem datalink. Sementara di bidang ICT dan energi, perseroan tetap menjalankan pemeliharaan stasiun seismic gempa bumi, pemeliharaan InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System), serta pembangunan jaringan gas (jargas).

Di bidang perkeretaapian, LEN tetap membangun sistem persinyalan dan telekomunikasi jalur kereta api lintas Makassar-Parepare, jalur ganda kereta api lintas Bogor-Cicurug, fasilitas operasi LRT Palembang, serta pemeliharaan Skytrain/APMS Basoetta.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)