Len Industri Bidik Profit Bersih Tiga Digit di 2019

Zakky Gamal Yasin, Dirut Len Industri (kedua dari kiri) bersama direksi lain

Di perayaan HUT ke-27, PT Len Industri (Persero) sebagai salah satu BUMN diadakan pameran produk-produk terbaru mereka. Dalam acara ini juga dipaparkan capaian dan kinerja Len. Tahun depan Len makin siap tantangan regional.

“BUMN harus menjadi pelopor produk dalam negeri untuk mengurangi impor dan sebagai upaya dalam meningkatkan daya saing bangsa. Untuk itu, pemerintah menaruh harapan besar pada Len Industri karena kemampuan inovasi teknologi yang dimiliki,” kata Rini Soemarno Meneg BUMN dalam sambutannya di Kantor Pusat Len Industri di Bandung (31/10/2018).

Len Industri yang didukung sebagian besar engineer muda, menurut Rini, menjadi harapan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional untuk melahirkan produk-produk nasional berkualitas karya anak bangsa yang mampu bersaing di dunia internasional.

Lebih jauh Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Zakky Gamal Yasin mengatakan, Len Industri memiliki visi menjadi perusahaan teknologi kelas dunia. “Len akan menjadi pelopor terdepan dalam revolusi teknologi, yang juga mendukung program pemerintah menuju Industri 4.0,” tuturnya.

Diungkap Zakky, kinerja Len tahun ini naik hampir 2 kali lipat dibanding tahun sebelumnya dan banyak kontrak baru dibuat. “Kami menargetkan laba bersih Len bisa mencapai 3 digit di 2019,” ujarnya optimis.

Untuk diketahui pendapatan hingga akhir 2019 diyakini Zakky bisa menembus Rp 4,9 triliun dengan laba bersih Rp 120 miliar. Lebih detil Direktur Keuangan dan Human Resources Len, Priadi Ekatama Sahari, mengatakan hingga September pendapatan Len sudah mencapai Rp 3,4 triliun dengan profit Rp 90,4 miliar. 

Dari total pendapatan Len, 66 % kontribusi terbesar dari transportasi (railway system). “Tahun ini kami sudah menyelesaikan kontrak seluruh unit bisnis kami yang dibuat tahun lalu senilai Rp 5,6 trilun, sedangjan tahun ini kontrak baru yang sudah dibuat senilai Rp 3,6 triliun yang penyelesaiannya akan rampung tahun depan,” katanya. Jadi total kontrak yang sudah dibuat Len hingga saat ini Rp 9.2 triliun. 

Saat ini produk-produk Len juga sudah diekspor. Walau angkanya masih kecil tahun ini nilainya menyentuh Rp 20 miliar, Len menargetkan tahun depan bisa lebih menguasai pasar regional. Salah satu yang membanggakan, Len tahun inj mengerjakan persinyalan kereta api di Banglades.

“Setelah kami berhasil menggarap solusi persinyalan di LRT Palembang, kami makin punya kepercayaan diri untun jual teknologi persinyalan ke pasar regional, sebagai alternatif karena sebenarnya teknologi negara lain yang ada di pasar regional saat ini masih di bawah Len secara kemajuan teknologi sebenarnya,” jelas Zakky.

Len juga sedang membidik pasar Filipina, bahkan di sana menawarkan paket total solution. “Untuk total railway syatem integrator, Indonesia one of six player, diwakili Len, tidak banyak pemainnya di dunia untuk Skytrain dan LRT,” ungkapnya. Untuk pengembangan pasar ke Filipina, Bank Exim pun sudah bersedia mendukung Len dalam pendanaan.

Len Industri dalam perayaan HUT ke-27 ini juga meluncurkan beberapa produk inivasi baru. Pertama, produk inovasi sistem solar PV untuk perumahan dan perkantoran yang bernama LenSOLAR. Produk ini hadir untuk turut menyukseskan target pemerintah Indonesia mengubah 23% dari total pasokan energi menjadi energi terbarukan pada tahun 2025. Peluncuran LenSOLAR kedepannya akan diiringi dengan edukasi berkesinambungan mengenai energi terbarukan pada masyarakat dan pelaku usaha, bukan hanya mengenai penghematan namun juga manfaat jangka panjang dari penggunaan energi tenaga terbarukan.

“Peluncuran LenSOLAR ini menjawab tantangan terhadap Len Industri untuk menjadi perusahaan yang tidak hanya mampu bersaing di pasar business to business (B2B) tetapi juga di pasar business to consumer (B2C)”, kata Meneg Rini Soemarno.

Selain itu turut pula diluncurkan Len Rescue, sebuah peralatan Fast Emergency Responder (Perespon darurat cepat) yang dapat menyediakan sumber energi dan perlengkapan darurat dalam keadaan emergency, misalnya dalam kondisi sepeti bencana alam. Pada acara ini Menteri BUMN Rini Soemarno memberi nama untuk peralatan tersebut menjadi LenTERA. Sesuai dengan namanya, LenTERA diharapkan dapat menjadi penerang pada kondisi darurat. 

Dalam bidang transportasi, akan diluncurkan sistem traksi Len Dynatron. Sebagai pionir di bidang sistem traksi elektrik nasional, Len Industri juga mengembangkan sistem traksi elektrik untuk diimplementasikan pada lokomotif, LRT, electric bus dan sepeda motor listrik. Sementara itu untuk mendukung kemandirian bangsa dalam mewujudkan kedaulatan negara, Len Industri meluncurkan inovasi elektronika pertahanan yaitu Radar Len-S200, Radio Militer LenSTRAD-M5 (Handheld) dan Len HDR20-M (Manpack).

“Semua bentuk teknologi dan inovasi yang kami ciptakan di Len Industri untuk negeri tak lepas dari peran tim di Len Industri. Perlu disadari bahwa generasi milenial adalah generasi harapan, generasi penerus bangsa, innovator yang mampu bersaing dan mandiri dalam teknologi. Para milenial inilah roda utama dari pembangunan dan inovasi untuk negeri ini. Tanpa keberadaan mereka, tanpa idealisme dan tanpa semangat mereka roda inovasi kami tidak akan pernah berputar dan mencapai titik saat ini. Len Industri ingin menjadi pelopor perusahaan teknologi yang mengutamakan kecepatan, ketepatan dan disiplin tinggi. Karena bagi kami speed is the new currency of business” ujar Zakky.

Sebanyak 70% karyawan Len Industri merupakan generasi muda penerus bangsa yang terus ditumbuhkan dan didorong semangatnya untuk berinovasi. Untuk menumbuhkan semangat tersebut, Len Industri menyelenggarakan Len’s Breakthrough, Milenovation Award 2018, sebuah kompetisi internal untuk berkreasi dan berinovasi. Program ini menjadi salah satu upaya Len Industri untuk mengembangkan visi dari industri elektronika menjadi industri teknologi kelas dunia yang berdaya saing global.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)