Lenzing Resmikan Learning Center of Excellence

Bersamaan dengan ulangtahun yang ke 35 tahunnya, Lenzing Group di Indonesia di bawah naungan PT South Pasific Viscose (SPV) yang terletak di Purwakarta Jawa barat, produsen  bahan baku serat untuk para pelaku industri tekstil dan nonwoven, telah meresmikan Lenzing Learning Center of Excellence (LCE).

LCE ini berfungsi sebagai pusat inovasi dan informasi terhadap bisnis Lenzing yang ditujukan kepada seluruh customer, ditampilkan melalui display produk yang telah dihasilkan, riset, hingga ke informasi quality control dari bahan baku yang akan digunakan. Teknologi yang didatangkan pun berasal dari Swiss dengan tingkat akurasi yang tinggi dalam mendeteksi jika adanya human error berupa kesalahan tertentu dalam proses produksi.

LCE ini merupakan terobosan pertama yang hadir di antara seluruh pemain industri tekstil di Indonesia. Berkenaan dengan perubahaan target pasar Lenzing yang sebelumnya hanya Business to Business (B2B) saja, sekarang sudah diperluas jangkauannya menjadi Business to Business to Customer (B2B2C) guna untuk memaksimalkan target pasar yang ada di Indonesia serta untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis yang ada dengan mendukung para pemilik brand maupun retailer dalam skala Small-Medium Enterprise.

Saat ini, bahan baku yang digunakan masih banyak di impor dari negara Afrika dan sudah mendapatkan izin yang legal oleh pemerintah dan lembaga lingkungan dunia. Khusus di plant Purwakarta ini, SPV memiliki proporsi ekspornya sebesar 45% dan sisanya untuk memasok kebutuhan domestik Indonesia. Total produksinya sebesar 800 ton per hari yang merupakan gabungan dari 5 line SPV.

Christian Oberleitner, Presiden Direktur PT South Pasific Viscose, menuturkan,  SPV akan terus fokus untuk menjaga lingkungan dengan pengolahan limbah pabrik yang baik agar tidak mencemari perairan sungai Citarum dan sekitarnya. Juga,  melakukan penanaman ribuan pohon di sekitar pabrik dan sungai. Selain aspek lingkungan, SPV juga fokus pada kesejahteraan warga sekitar berupa bantuan pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan tentunya membantu perekonomian warga Purwakarta serta Indonesia secara keseluruhan. LCE pun dihadirkan guna layaknya customer service dengan penyediaan informasi yang terpadu dan penggunaan teknologi yang canggih.

“Saat ini ada peningkatan pada konsumsi tekstil fiber. Diprediksikan tahun 2020 konsumsi tekstil fiber akan mencapai 16,60 kg per kapita. Dalam skala global, pertumbuhan akan permintaan fiber pun terus meningkat dari tahun ke tahunnya, diantaranya yakni Wood-based fibers 5-6%, Synthetic fibers 3-4%, dan Cotton 1-2% dengan total pasar fiber yang ada kisaran 3-4% secara global. Maka dari itu, dengan diluncurkannya LCE ini diharapkan dapat mendukung seluruh pemangku kepentingan, brand, dan retailer dalam mengembangkan ide dan inovasi dari material yang akan digunakan serta uji kualitas dari fiber itu sendiri,” papar Robert Van de Kerkhof, Chief Comercial Officer Lenzing AG.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)