Lima Tahun Berdiri, Kudo Catat Pertumbuhan 132%

CEO dan Co-founder Kudo, Agung Nugroho (kiri) dan agen Kudo Dahlan (kanan).

Sejak didirikan pada 2014 lalu, aplikasi digital Kudo telah mencatat pencapaian yang cukup pesat untuk memajukan warung tradisional. Saat ini, Kudo telah berhasil memberdayakan lebih dari 2 juta agen di lebih dari 500 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Jumlah itu meningkat lebih dari 44% dari tahun sebelumnya.

Lima provinsi dengan pertumbuhan paling pesat di antaranya Aceh, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Gorontalo, dan Sumatera Barat. Adapun dari segi jumlah transaksi, Kudo mengalami pertumbuhan sebesar 132% dari sepanjang 2018 hingga saat ini.

CEO dan Co-founder Kudo, Agung Nugroho, menjelaskan, sektor yang digelutinya ini memang sangat menarik. Namun, ia tak khawatir dengan munculnya berbagai pesaing baru. Sebab, menurut Agung pihaknya tak hanya menawarkan stok barang, tapi lebih dari itu. Kudo juga menawarkan end-to-end ekosistem seperti modal usaha sehingga ia mengklaim dapat memenuhi kebutuhan warung secara menyeluruh.

“Kudo itu dari awal berdiri hatinya memang sudah buat warung, kemudian yang berbeda kami juga merupakan bagian dari ekosistem Grab yang membuat kami lebih kuat, dan yang paling penting end-to-end ekosistemnya,” katanya di Equity Tower, Jakarta (27/06/2019).

Asal tahu saja, pada Mei 2017 Kudo diakuisisi Grab dan hingga saat ini telah merekrut lebih dari 700 ribu pengemudi Grab melalui agen Kudo. Agung juga menyebut, melalui perekrutan ini dapat menaikkan pendapatan agen-agen Kudo. Sementara, saat ini rata-rata peningkatan pendapatan agen Kudo sekitar 30-40%.

Ke depannya, melalui gerakan #MajuinWarung, Kudo berkomitmen untuk dapat memberikan akses digital kepada lebih banyak warung tradisional di tanah air serta melengkapi produk dalam aplikasi Kudo. Dalam satu sampai dua tahun ke depan, Agung menargetkan Kudo dapat menggaet 4 juta agen.

“Kami harap satu sampai dua tahun ke depan jumlah agen dan mitra bisa double. Di Q3 ini juga kami akan luncurkan produk-produk baru, di mana intinya tidak jauh dari sebuah warung lebih canggih dan terberdayakan,” tambah Agung.

Sementara itu, selama Ramadhan 2019, Kudo mencatat beberapa tren transaksi di aplikasi Kudo. Kudo menemukan bahwa transaksi terbanyak melalui agen Kudo dilakukan pukul 6-8 malam, yaitu sebelum dan sesudah waktu berbuka puasa. Dalam kurun waktu yang sama, produk dan layanan yang paling banyak diakses adalah pulsa, utilitas, kirim uang, produk supermarket, kupon, dan voucher.

Puncak transaksi kirim uang paling banyak terjadi pada 28-31 Mei 2019, dan Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah transaksi kirim uang terbesar di Indonesia. Dilanjutkan oleh Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Adapun rata-rata jumlah transaksi transfer mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta.

“Dengan adanya layanan kirim uang ini, kami senang dapat membantu masyarakat yang belum terjangkau akses keuangan dan perbankan di daerah untuk mengirim THR ke keluarga dan kerabat di momen spesial,” tutur Agung.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)