Lindungi Laut, Jokowi Janji Ubah Sampah Plastik Jadi Listrik

Pemerintah berkomitmen untuk selalu mewujudkan lingkungan laut yang sehat sebagai kunci keberlanjutan pembangunan Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.

Presiden Joko Widodo berjanji untuk mengurangi sampah plastik hingga 70 persen pada tahun 2025. Hal tersebut disampaikannya ketika menghadiri acara One Ocean Summit Prancis secara virtual, Jumat (11/2).

Presiden Jokowi berjanji untuk mengurangi sampah plastik hingga 70 persen pada tahun 2025 mendatang. (Foto: Biro Setpres)
Presiden Jokowi berjanji untuk mengurangi sampah plastik hingga 70 persen pada tahun 2025 mendatang. (Foto: Biro Setpres)

“Berbagai upaya terus dijalankan mulai dari rencana aksi penanganan sampah plastik laut hingga pembangunan pembangkit listrik berbahan baku sampah yang mengkonversi 1.000 ton sampah per hari menjadi 10 Megawatt (MW) listrik,” ujar Jokowi.

Presiden mengatakan bahwa dalam presidensi G20, Indonesia juga akan menekankan pentingnya untuk memperkuat ekonomi biru, karbon biru dan penanganan sampah laut. Maka dari itu, Indonesia ujar Jokowi, juga siap bermitra dengan semua pihak demi mewujudkan ekosistem laut yang berkelanjutan. Ekonomi biru adalah konsep mengoptimalkan sumber daya perairan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lewat berbagai kegiatan yang inovatif dan tetap menjamin keberlanjutan usaha dan kelestarian lingkungan.

Pemandangan dari udara menunjukkan ponton kayu di pantai selatan Pulau Bangka, 1 Mei 2021, sebagai ilustrasi. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)
Pemandangan dari udara menunjukkan ponton kayu di pantai selatan Pulau Bangka, 1 Mei 2021, sebagai ilustrasi. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)

Jokowi menyatakan Indonesia berkomitmen untuk mencapai target konservasi perairan laut seluas 32,5 juta hektare pada 2030.

“Sampai dengan tahun 2021 kami telah berhasil mencapai seluas 28,1 juta hektare atau 86,5 persen. Kami optimis komitmen kami di tahun 2030 bisa terpenuhi,” tuturnya.

Ekosistem mangrove, juga tidak luput dari perhatian pemerintah. Pihaknya pun menargetkan akan merehabilitasi mangrove seluas 600 ribu hektare hingga 2024.

Penanaman pohon-pohon bakau bersama anak-anak di Pantai Tiris, Desa Pabeanilir, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, 11 Maret 2021. (Foto: Willy Kurniawan/Reuters)
Penanaman pohon-pohon bakau bersama anak-anak di Pantai Tiris, Desa Pabeanilir, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, 11 Maret 2021. (Foto: Willy Kurniawan/Reuters)

Dalam COP-26 lalu, Indonesia bersama-sama dengan negara-negara archipelagic dan island state forum menyerukan pentingnya keterkaitan antara laut dan perubahan iklim. Jokowi yakin dengan dukungan internasional, negara-negara kepulauan dan negara pulau kecil dapat menjadi bagian dari solusi.

Lebih jauh, Jokowi juga menekankan pentingnya menempatkan pengelolaan lingkungan laut dalam dimensi pembangunan berkelanjutan dan menjadi bagian untuk mendukung pemulihan ekonomi dari dampak pandemi.

“Kami telah mengambil langkah terobosan antara lain, kebijakan penangkapan ikan terukur dan berbasis kuota, yang didukung sistem pengawasan terintegrasi berbasis teknologi. serta pengembangan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal untuk pengentasan kemiskinan dan kelestarian komoditas bernilai ekonomi tinggi,” tuturnya.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)