LinkedIn Ingatkan Peningkatan Kapasitas Diri Saat New Normal

Pandemi Covid-19 memaksa pelaku bisnis beradaptasi dengan kondisi baru. Perusahaan-perusahaan besar, usaha kecil-menengah, dan profesional telah merasakan dampak dari pandemi ini. Dan memasuki Juni ini, pemerintah mulai melakukan sosialisasi tatanan kehidupan baru atau dikenal dengan new normal. Adaptasi terus berjalan. Banyak yang mulai lebih memperhatikan pentingnya belajar secara berkelanjutan.

Bagi para profesional berjuang beradaptasi untuk bekerja dari jarak jauh (remote),mereka mempelajari cara-cara baru untuk mengatasi stres (di rumah dan pekerjaan) atau memiliki keterampilan baru yang diperlukan untuk mengelola tim dari jarak jauh. Dan untuk pencari kerja, mempelajari keterampilan baru dalam menghadapi pasar kerja yang sulit, atau bahkan meningkatkan keterampilan yang telah mereka miliki saat ini. Lalu bagi para pemilik usaha, baik UKM maupun UMKM mereka pun mulai mempelajari cara menjalin hubungan dengan klien dari jarak jauh, atau memahami cara melindungi keuangan mereka di masa-masa sulit.

Data LinkedIn pada April 2020, pengguna LinkedIn Learning di seluruh dunia menghabiskan waktu untuk menonton 7,7 juta jam konten. Jumlah ini merupakan peningkatan sebanyak tiga kali lipat dari jumlah jam di Februari dan dua kali lipat dari jumlah pada bulan Maret. Peningkatan ini meningkat signifikan khususnya bagi para manajer dan pencari kerja, serta mereka yang ada di industri Rekreasi dan Perjalanan.

Peningkatan terjadi pada saat tingginya tingkat pekerjaan yang dilakukan dari rumah (WFH) secara global, sebagai akibat dari pandemi virus corona baru ini.. Progam keterampilan yang paling banyak diikuti adalah: "Zoom" dengan peningkatan 6086%, Pekerjaan Virtual dengan peningkatan 5804%, dan Telecommuting meningkat 5705%. Feon Ang VP Talent and Learning Solutions LinkedIn Asia Pasifik mengatakan, pandemi global ini telah memengaruhi kehidupan profesional dan pribadi kita. “Kita telah melihat bahwa jumlah perekrutan telah menurun di seluruh dunia. Juga, banyak organisasi telah mengalihkan tenaga kerja mereka untuk bekerja dari jarak jauh,” imbuhnya

Lebih lanjut Ang menambahkan terlepas dari posisi Anda dalam karier, ada baiknya mengambil keterampilan baru atau mengasah keterampilan Anda saat ini, selama pandemi ini terjadi. Untuk pencari kerja, mengasah keterampilan wawancara dan belajar untuk berkembang dan memanfaatkan jaringan mungkin akan bermanfaat.

“Bagi para profesional, keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan jarak jauh sangat penting untuk dikembangkan. Bagi para pemimpin, memahami bagaimana mengelola tim secara virtual, menjaga keterlibatan anggota tim, dan mempertahankan budaya organisasi agar tetap hidup merupakan hal yang penting. Selain itu, keterampilan lunak (soft skill) tetap relevan/diperlukan di berbagai pekerjaan. Kreativitas, Persuasi, Kolaborasi, Kemampuan Beradaptasi, Kecerdasan Emosional merupakan lima besar soft skill yang paling dibutuhkan di 2020,” paparnya.

Mempelajari cara-cara baru untuk bekerja dalam situasi saat ini atau terbuka untuk peluang yang ada seperti mempelajari kembali keterampilan yang sudah dimiliki atau mengasah keterampilan akan membantu para profesional untuk mengembangkan keterampilan yang dapat bermanfaat di masa depan. Misalnya, hari ini, kerja jarak jauh semakin menjadi harapan untuk tenaga kerja multigenerasi.

Faktanya, survei global menunjukkan bahwa 45% pemimpin senior mengatakan mereka mempertimbangkan peralihan yang lebih permanen ke kegiatan atau konferensi virtual, dan 44% mengatakan mereka mengevaluasi kebijakan kerja jarak jauh yang lebih permanen. Ini mungkin mengindikasikan bahwa hal tersebut akan tetap dipertahankan.”

Arya Damar, Presdir Lintasarta, berbagi pandangannya tentang pentingnya pembelajaran virtual untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan karyawannya, “Dunia bisnis akan terus berubah, dan untuk menghadapi ketidakpastian kita perlu memahami apa yang bisa terjadi di masa depan. Oleh karena itu, kecepatan dalam belajar telah menjadi salah satu keterampilan prioritas utama Lintasarta, kami selalu mendorong karyawan untuk berkembang,” tutur Arya.

Menurutnya, selama masa sulit ini, penting bahwa pembelajaran terus berlanjut, bahkan jika itu tidak dapat terjadi secara langsung. “Penerapan Linkedin Learning adalah tindakan yang kami pilih untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan karyawan kami sekaligus memberikan kesempatan tanpa batas bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan mereka dengan cara yang paling fleksibel. Itu selalu menjadi komitmen kami untuk terus mengembangkan sumber daya manusia kami, dan kami percaya bahwa transformasi digital akan terus menjadi kebiasaan di masa depan,” terangnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)