Lintasarta Siap Menjadi Solution Company

Direktur Utama PT Aplikanusa Lintasarta, Arya Damar.

Pengaruh disrupsi memberikan dampak positif pada bisnis PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) yang sarat teknologi ini. Sebagai contoh, industri e-commerce membutuhkan data center dan akses internet. Dan keunggulan Lintasarta adalah menguasai data center serta melayani komunikasinya. Perseroan meningkatkan lini usaha solusi Information and Communication Technology (ICT), karena potensi pasar bisnis ini besar di era digital.

Nantinya, anak perusahaan Indosat Ooredoo ini ingin menjadi solution company. “Kami ingin menawarkan solution company, setelah melayani infrastruktur aplikasi, data center, serta cloud. Jika kami memberikan solusi, otomatis mereka akan mendapat infrastrukturnya,” jelas Arya Damar, Direktur Utama PT Aplikanusa Lintasarta.

Inovasi yang dilakukan Lintasarta tak jauh dari bisnis solusi yang ingin diberikan. Layanan solusi Lintasarta merupakan in-house dan bekerja sama dengan mitra dari perusahaan lain. Lintasarta juga menggagas inkubasi dengan perguruan tinggi, mahasiswa dan alumni untuk pelatihan membuat aplikasi bagi perusahaan rintisan (startup). Juga, pelatihan manajemen keuangan, pemasaran, dan customer service. Hal ini bermanfaat agar peserta dapat mendirikan usaha sendiri dan bekerja sama dengan Lintasarta.

Menurut Arya, target Lintasarta untuk menjadi solution company sudah fokus. Saat ini telah tersedia infrastrukturnya. “Caranya dengan in house, partnership, anak perusahaan, dan research & development bersama universitas. Ini juga menjadi kesempatan Indonesia untuk bersaing dengan luar negeri,” ungkapnya. Banyak talenta Indonesia yang mahir dalam membuat software.

Lintasarta melayani semua segmen, mulai dari segmen perbankan, manufaktur, oil & gas, transportasi, media, dan sebagainya. Layanan Lintasarta tidak hanya sewa data center saja, tapi juga menyewa cloud. Untuk komunikasi data, Lintasarta memiliki cabang di 50 kota, baik terestrial atau satelit. Satelit Lintasarta merupakan yang paling besar. “Prosedur data center yang dibangun Lintasarta berdasarkan standar dan sertifikasi internasional. Ini menjadi keseriusan Lintasarta dalam menjalankan bisnis di bidang ICT,” ujarnya.

Untuk volume bisnis Lintasarta meliputi  komunikasi (70%), data center (10%), solusi (10%) dan cloud (10%). Ada pun  pangsa pasar data komunikasi 85%, sedangkan IT Services 13,5%. Untuk layanan solusi. Lintasarta menyediakan smartfarmer untuk kepentingan smart city dan masih banyak jenisnya. Data komunikasi Lintasarta melayani perbankan (21,3%), lembaga pemerintahan (18%), finansial non-bank (9%) dan paling besar di bidang perbankan.

Sejak tahun 2017, pertumbuhan bisnis Lintasarta rata-rata di atas 15% per tahun. Sebagai ICT yang melayani B2B (business to business), bisnis utamanya mulai dari data komunikasi hingga solusi  telah digarap sejak 1990. “Kami memang dikenal sebagai data communication provider, dengan memberikan jasa komunikasi untuk pelanggan enterprise,” ujar Arya.   Untuk layanan solusi. Lintasarta menyediakan smartfarmer untuk kepentingan smart city dan masih banyak jenisnya.

 

Reportase: Nisrina Salma

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)