Listrik Cerdas Pangkas Biaya Hingga US$ 60 Miliar

Untuk mendukung peta jalan dan strategi Making Indonesia 4.0, Pamerindo Indonesia menggelar pameran perangkat cerdas untuk efisiensi terbesar bersamaan dengan gelaran Building System & Automation (BSA) Indonesia 2018 di Jakarta Internasional Expo Kemayoran Jakarta 19-21 September nanti.

Menggandeng Elenex Indonesia, Pamerindo Indonesia juga menghadirkan pameran linstrik cerdas dan efisiensi energi ini merupakan yang terbesar dan pertama di Indonesia di dalam gelaran BSA. Ditargetkan akan diikuti 250 peserta dan profesional Internet of Things (IoT) dalam mengaplikasikan solusi efisiensi, inovasi pencahayaan, sistem bangunan dan otomasi, serta sensor dan sistem keamanan pintar termutahir.

“Setidaknya ada 6.000 profesional dan pemain industri utama khususnya dari sektor manufaktur akan datang di acara ini,” kata Wiwiek Roberto, Project Director Pamerindo Indonesia. Penggabungan BSA dengan pameran listrik cerdas dan efisiensi energi dimaksudkan agar adopsi percepatan industry 4.0 akan lebih cepat. Dan pameran ini akan menjadi kontribusi mendorong percepatan program yang diarahkan Presiden RI saat ini.

Sejatinya implementasi industri 4.0 yang berhasil akan berdampak signifikan bagi pertumbuhan PDB hingga 1-2% setiap tahun, diperkirakan akan naik hinggga 5%, dan akan mencapai 6-7% di periode 2018-2030. Hampir seperempat dari proyeksi rasio pertumbuhan tersebut berasal dari industri manufaktur Indonesia, yang saat ini mengalami transformasi digital sangat cepat lewat IoT.

Tony Nur, GM Sicurezza Solutions Indonesia, salah satu peserta pameran BSA, meyakini transformasi bisnis cerdas dan IoT membantu bisnis menghemat biaya operasional yang mendukung bisnis berkelanjutan lebih sehat. “IoT memungkinkan manufaktur menerapkan sistem kontrol dengan sensor dan otomatisasi, sehingga manusia yang terlibat lebih sedikit, ini akan meningkatkan efisiensi biaya bisnis secara signifikan,” tegasnya.

Penggunaan energi pun bisa lebih hemat. Ini dijelaskan Vincentius Winarto, Business Development Trafo Indonesia salah satu peserta pameran Elenex Indonesia, misal, dengan transformer daya dan distribusi berteknologi canggih, yang diaplikasikan oleh PLN untuk penyebaran di seluruh Indonesia. “Maka itu dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam penerapan listri dan jaringan cerdas. Karena dengan begitu percepatan transmisi energi berteknologi tinggi pun bisa tercapai bahkan hingga ke pelosok desa,” jelasnya.

Menurut Eddie Widiono, Pendiri Asosiasi Jaringan Cerdas di Indonesia, Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) mengutip studi American for an Energi Effient Economy (ACEE) bangunan komersial dapat menghemat hingga US$ 60 miliar jika efisiensi energi ditingkatkan setidaknya 1-4%. “Pengaturan kualitas data dan listrik pada bangunan komersial, akan memaksimalkan penggunaan dan memperpanjang umur pemakaian peralatan untuk efisien bisnis. Nah, jaringan cerdas sebagai konvergensi teknologi informasi serta operasi, menjadi penghubung utama bagi teknologi bangunan cerdas,” jelasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)