Literasi Mengelola Keuangan di Tengah Pandemi

Penyebaran virus Corona yang terjadi secara global berdampak pada perilaku  masyarakat dalam pengelolaan keuangan. Menabung dan melakukan investasi rupanya menjadi salah dua cara yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan skenario keuangan pasca pandemi Covid-19.

Data Bank Indonesia yang menunjukkan, porsi pendapatan masyarakat yang digunakan untuk konsumsi adalah 69%. Angka ini turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 69,2%. Sementara porsi pendapatan yang disisihkan untuk tabungan adalah sebesar 18,6% naik dari bulan sebelumnya yang hanya sebesar 18.1%.

Firsan Nova, kontributor The Iconomics yang juga CEO Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication, mengatakan bahwa saat ini masyarakat harus memperketat pengelolaan tabungan dan sebisa mungkin menyimpan tabungan tersebut di bank.

“Kami menyarankan untuk tidak mengambil semua tabungan di bank untuk meminimalisir pengeluaran yang tidak diperlukan. Rencanakan dana tabungan untuk bertahan sampai waktu yang lebih panjang sekitar 6 bulan hingga 1 tahun,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, memaparkan bahwa masyarakat sebaiknya tidak membiarkan mentalitas bias mengontrol keputusan mereka di tengah pandemi seperti ini.

“Kita harus mempersiapkan skenario setelah pandemi Covid- 19 ini pulih,” ujar Vishal. Pengusaha, menurutnya, harus mulai berpikir tentang peluang bisnis ke depan dan para pegawai kantor bisa memanfaatkan masa pandemik ini untuk meningkatkan keterampilan mereka berdasarkan kebutuhan pasar.

Dalam jangka panjang, pengelolaan keuangan juga dapat dilakukan melalui investasi. Ada beberapa alternatif instrumen yang bisa digunakan untuk berinvestasi seperti menabung saham dan deposito. Deposito sebagai instrumen investasi, dapat meminimalisir risiko fluktuasi pasar modal.

Penyebaran wabah corona membuat sejumlah saham yang potensial memiliki harga jual rendah, hal ini menjadi momentum yang tepat bagi para investor untuk melakukan pembelian saham yang optimal.

“Sebelum melakukan pembelian saham, tinjau portofolio saham dan pastikan saham yang dibeli merupakan saham yang berada dalam sektor yang berpotensi berkembang pasca virus corona mereda,” kata dia menambahkan. Investor juga perlu untuk melakukan pemantauan dan melakukan investasi saham dalam jangka panjang.

Di sisi lain, deposito menjadi salah satu pilihan instrumen investasi aman yang dapat dilakukan di tengah pandemi ini. Bunga tetap yang dimiliki oleh deposito, menjadikan investasi ini sebuah keuntungan, karena bunga yang ditetapkan menyesuaikan dengan bunga yang dijanjikan oleh Bank.

“Kondisi DPK Amar Bank, utamanya retail funding di awal Mei terlihat lebih stabil dan sudah mulai bergerak ke arah yang positif. Hal ini menandakan bahwa masyarakat mulai mempersiapkan keuangannya untuk pulih pasca pandemi ini berakhir,” kata Head of Business Banking Amar Bank, Eka Banyuaji.

Lebih jauh, dia mengatakan, ke depan pihaknya akan melayani masyarakat yang belum tersentuh lembaga keuangan melalui literasi pengelolaan keuangan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)