Loreal Indonesia Bangun Solidaritas Antar Karyawan, Mitra dan Komunitas Saat Pandemi

Sejak pandemi akibat virus covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020 lalu, banyak perusahaan di Indonesia yang melakukan inisiatif sosial guna membantu sesama melewati masa sulit karena ruang gerak yang sengaja dibatasi untuk mengurangi penularan virus. Salah satu perusahaan yang berhasil menjalankan inisiatif sosialnya adalah Loreal Indonesia, seperti yang dibagikan oleh Melani Masriel, Communication, Public Affairs and Sustainability Director Loreal Indonesia dalam acara Webinar bertajuk ‘Encouraging Corporate Social Initiatives for Pandemic Solution’ yang diselenggarakan SWA pada Rabu 14/7/2021 lalu.

“Yang dilakukan Loreal Indonesia sejak awal pandemi melanda Indonesia adalah membangun solidaritas dengan orang-orang kami. Yang dimaksud dengan orang-orang kami adalah karyawan kami, mitra kami seperti pengusaha salon dan komunitas. “ jelas Melani. Untuk karyawan, menurut Melani pihaknya sudah sangat siap untuk membekali mereka dengan kompetensi dan tools untuk bekerja dari rumah (Work from Home).

Demikian juga dengan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan juga dilakukan secara virtual. “Yang paling penting dari materi learning kami adalah meningkatkan kapabilitas karyawan dalam hal digitalisasi dan membangun mind set dan budaya digital di dalam organisasi kami, karena itu adalah kunci untuk bisnis kami tetap tumbuh ditengah pandemi,”lanjutnya. Selain itu karyawan Loreal Indonesia juga punya program inisiatif sosial yang diberi nama #actofkindness, mereka bergerak untuk membantu sekitarnya.

Loreal Indonesia juga secara pro-aktif telah melaksanakan kegiatan vaksinasi untuk karyawan dan keluarganya dalam program ‘Vaksin Gotong Royong’. Menurut Melani hingga saat ini sudah 86% karyawan Loreal Indonesia yang sudah divaksinasi dosis I dan II. Lalu untuk mitra-mitra salon Loreal, juga diberikan dukungan dan payment freeze agar mereka tetap bisa melangsungkan bisnis mereka. Selain itu, para mitra salon Loreal diberikan edukasi dan kita-kiat ke arah digital sebagai solusi bisnis mereka. Mereka juga dibekali dengan skill marketing untuk bisa melakukan diversifikasi bisnis, misalnya dengan menjual produk-produk perawatan yang biasa digunakan di salon.

“Ini adalah suatu training singkat sehingga mereka bisa pindah platform secara langsung untuk melanjutkan bisnis mereka,” jelas Melani. Dan sebagai market leader di industri salon, Loreal terus melakukan advokasi dan meyakinkan kepada pemerintah dan khalayak bahwa industri salon sudah mampu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, sehingga nantinya bisa diberikan ijin untuk kembali beroperasi.

Kemudian, yang terakhir adalah Loreal Indonesia juga membangun solidaritas untuk masyrakat luas melalui beberapa aktivitas sosialnya. Ada lima kegiatan dan sudah diinisiasi Loreal Indonesia sejak April 2020 lalu. Pertama, memproduksi cairan sanitasi tangan (hand sanitizer) sebanyak 420 ribu botol (dengan merek Garnier) yang dibagikan kepada para pekerja garda depan Loreal, karyawan dari mitra-mitra bisnis seperti karyawan salon, paramedis, pengemudi ojek online dan underprivileged communities.

Kedua, sebanyak 1 juta unit produk kebersihan tubuh seperti shampo dan sabun dari merek dibawah Loreal yang dibagikan untuk paramedis dan masyarakat yang tertular yang sedang dirawat, dibagikan melalui BNPB dan LSM terkait. Ketiga, Loreal juga mendukung pendanaan untuk penelitian Eijkman Institut terkait Indonesian virus genome sebagai input untuk produksi vaksin Covid-19. Loreal juga membantu drive-thru vaksin Covid-19 bekerja sama dengan Halodoc untuk masyarakat umum, dan nilainya mencapai Rp 500 miliar.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)