Malaysia Jajaki Peluang Kerjasama Sektor Konstruksi di Indonesia

Business & International Division Policy and Corporate Sector (kedua dari kanan)

Di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi, sektor konstruksi tercatat menjadi salah satu lapangan usaha yang mencetak peningkatan kinerja positif. Berdasarkan laporan perusahaan riset dan konsultan, BCI Asia, nilai pasar kontruksi Indonesia tahun ini diperkirahan mencapai Rp 451,3 triliun, atau tumbuh 3% dibandingkan dengan tahun lalu, di mana sebanyak 65% dari ceruk pasar ini disumbang konstruksi pekerjaan sipil dan sisanya konstruksi bangunan.

Nilai kontrak konstruksi segmen pekerjaan sipil yang mencakup infrastruktur, transportasi, dan utilitas diperkirakan tumbuh 4% pada 2018 menjadi Rp 293,82 triliun. Sementara itu, BCI Asia memprediksi segmen bangunan melambat dengan pertumbuhan sekitar 1% tahun ini menjadi Rp 157,11 triliun.

Meskipun mengalami pertumbuhan yang sangat tipis, struktur konstruksi dalam PDB mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada kuartal III/2018 misalnya porsi konstruksi dalam perekonomian Indonesia mencapai 10,36%. Angka ini meningkat dibandingkan dengan posisi empat tahun lalu di mana kontribusi sektor konstruksi sekitar 9%.

Pembangunan Infrastruktur di Indonesia saat ini sedang meningkat pesat. Apalagi bila dikaitkan dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 465 triliun. Sedangkan investasi infrastruktur untuk tahun 2020-2024 diperkirakan sekitar Rp 6.445 triliun.

Berbagai pameran konstruksi di Indonesia pun digelar sebagai wadah untuk membangun relasi, membuka peluang bisnis baru serta sumber edukasi bagi para pelaku industri konstruksi di Indonesia. Mengingat peluang bisnis konstruksi di Indonesia terbuka lebar dengan masifnya pembangunan infrastruktur serta konstruksi lainnya.

Dari ajang JIEXPO 2019, lalu salah satu negara yang berpatisipasi adalah Malaysia. Negeri jiran ini menghadirkan 18 perusahaan yang tergabung pada Paviliun Malaysia, yang diorganisasi oleh CIDB (Badan Pengembangan Industri Konstruksi Malaysia) dan Matrade. “Event ini adalah tempat yang bagus bagi para pemain industri konstruksi untuk membangun jaringan dan menunjukkan produk," kata Muhammad Rizuan Hamzah, Manajer Business & International Division Policy and Corporate Sector.

Ia menambahkan, perusahaan – perusahaan yang berpartisipasi adalah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang konstruksi mulai dari material bahan, hingga pencahayaan LED.

Selain partisipasi dalam pameran, pihak Malaysia melalui MATRADE juga mengorganisasi B2B meeting dengan perusahaan–perusahaan terkait di Indonesia. “Ini adalah kesempatan yang baik bagi para pengusaha kedua negara untuk bekerja sama. Pada kesempatan ini kami mengajak anda untuk melihat langsung apa saja yang ditawarkan oleh Malaysia,” ujar Har Man Ahmad, Trade Commisioner Kedutaan Besar Kerajaan Malaysia di Jakarta.

Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) adalah sebuah agensi promosi perdagangan Malaysia yang berperan memfasilitasi perusahaan-perusahaan Malaysia untuk mengakses pasar global. Program kerja MATRADE antara lain mengorganisir riset pasar, konsultasi perdagangan, dan promosi ekspor. MATRADE terlibat secara aktif mendampingi perusahaan asing yang ingin berbisnis di Malaysia. MATRADE memiliki perwakilan di kota-kota besar di seluruh dunia salah satunya Jakarta.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)