2012, Bumiputera Prediksi Pertumbuhan Bisnis 30%

Sebagai salah satu perusahaan asuransi lokal yang bernama besar, PT AJB Bumiputera mengaku tidak terlalu khawatir dengan gempuran perusahaan asuransi asing yang menghinggapi Tanah Air. Bahkan, di 2012, Bumiputera memprediksi pertumbuhan perusahaan sekitar 30%. perusahaan yakin, nasionalisme masyarakat tetap tinggi sehingga menggemari produk lokal.

“Lihat saja fenomena mobil Esemka. Terlepas dari kepentingan politik tertentu, jiwa nasionalisme masyarakat kita masih cukup besar. Lihat juga saat pertandingan sepak bola,” ujar Fauzi Arfan, Direktur Teknik PT AJB Bumiputera. Apalagi, perusahaan asuransi asing dapat pergi sewaktu-waktu jika perusahaan bangkrut atau bermasalah, seperti kejadian di 2008 misalnya. “Karena itu, marilah kita membangun produk lokal karena kita tinggal di sini.”

Bagi Fauzi, persaingan bisnis asuransi dengan perusahaan asing bagaikan dua sisi mata uang, antara ancaman dan peluang. Jika sebelumnya Bumiputera sendirian melakukan edukasi pasar, maka kini adanya perusahaan-perusahaan asuransi asing tersebut cukup membantu dalam hal edukasi pasar. "Dengan begitu market jadi semakin berkembang," ujarnya. Namun ancaman yang kian jelas adalah adanya kecenderungan sikap masyarakat Indonesia yang lebih memilih produk asing.

Untuk itu, Bumiputera pun berbenah dalam hal produk, layanan, teknologi, maupun paradigma bisnis. "Kami akan luncurkan pembaruan-pembaruan termasuk di bidang IT seperti SMS gateway dan juga call center. Kmi yang sebelumnya lebih fokus pada produk tradisional juga akan sediakan unit link," ujarnya. Fauzi mengungkapkan, tahun 2012 ini bakal menjadi tahun transformasi bagi Bumiputera.

Di tengah banyaknya perusahaan asing yang menyerbu Indonesia, sebaliknya perusahaan Indonesia tidak terlihat memperluas usahanya ke luar negeri. Diakui Fauzi, perusahaan Indonesia tidak hanya yang berada di industri asuransi, memang banyak yang belum siap untuk go international. "Kapabilitasnya masih sedikit," ujarnya.

Fauzi juga mengatakan bahwa Bumiputera sebenarnya juga berminat untuk ekspansi ke luar negeri suatu saat nanti. Namun di sisi lain, terkait asas 'resiprokal' itu, Fauzi juga mengungkapkan, khususnya untuk industri asuransi, perlu dilihat pula peluang pasarnya.  Dengan banyaknya perusahaan asuransi asing yang berbondong-bondong masuk ke Indonesia, berarti pasar Indonesia memang masih luas. "Mereka masuk ke Indonesia justru karena industri di negaranya sudah jenuh, makanya mereka mencari pasar yang masih berpeluang besar. Kalau kita masuk ke pasar yang sudah jenuh di luar sana, itu malah salah.”(Acha)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)