Temukan Peluang Investasi Infrastruktur dan Perumahan!

Setelah lebih dari 30 hari di tahun 2016 ini, umumnya para investor dan pebisnis berharap besar akan adanya pemulihan ekonomi Indonesia secara menyeluruh. Proyek – proyek pemerintah yang sudah ada dalam agenda kerja pemerintah Jokowi-JK menjadi 'motor' yang sangat dinantikan. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur dan perumahan.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono,  sejumlah proyek yang sudah, sedang dan yang segera akan dieksekusi pada tahun 2016 ini. Pertama, proyek perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dari target 1 juta unit rumah per tahun, sudah terealisasi 667 ribu unit di tahun 2015 lalu. Pada tahun 2016 ini akan mulai digarap lagi dengan target 800 ribu unit. “Kebutuhan rumah per tahun rata-rata 800 ribu unit, kami berusaha untuk penuhi kebutuhan tersebut,” ujar Basuki.

economic forum - investment day IMG20160204103938

Kedua, untuk ketahanan air,  tahun 2016 ini direncanakan akan dibangun 49 bendungan baru dengan alokasi investasi pemerintah Rp104 triliun dan 16 bendungan yang masih berjalan pembangunannya sejak tahun 2014 lalu. Ketiga, jalan tol trans Jawa, ada dua ruas jalan tol yang segera akan beroperasi.

Di tahun 2016 ini seksi III ruas Bawen – Salatiga sudah akan beroperasi mulai mudik Lebaran 2016. Basuki. Untuk ruas tol Semarang – Solo diperkirakan akan beroperasi mulai 2017 nanti.

Basuki juga mengungkapkan, untuk ruas tol Pemalang – Batang, pihaknya sudah mendapatkan investor yang mau menanamkan modal. Sedangkann untuk ruas tol Batang – Semarang masih dicari investor yang berminat, “Mudah-mudah tahun ini akan ada investor yang mau masuk ke proyek ini,” ujarnya.

Ketiga, Jalan Tol Trans Sumatera, total panjang 504, 59 km, dengan total biaya investasi Rp 56, 4 triliun.

Keempat, Trans Papua dengan total panjang 4325 km, yang sudah tersambung 3498 km, sisanya yang akan diselesaikan tahun 2016 ini sepanjang 827 km lagi.

Optimisme Basuki untuk investor di ruas jalan tol tampaknya sejalan dengan data yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 03/Februari/2016 lalu. Data tersebut menunjukkan sektor infrastruktur berada di peringkat teratas (71 %) sebagai sektor yang paling diminati investor, urutan kedua adalah pariwisata (60 %), ketiga adalah makanan (54 %), keempat retail (52 %) dan kelima pertanian dan perikanan (43 %). BKPM mencatat komitmen investasi atau izin prinsip di Indonesia tumbuh 119 % per Januari 2016 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, atau naik dari Rp 94 triliun menjadi Rp 206 triliun.

Menanggapi kecemasan investor pasca terjadinya ledakan bom di Jakarta  beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan, pihaknya yakin kondisi politik di Indonesia sudah terkendali. “Kami sudah menggerakkan semua pihak untuk membentengi pergerakan jaringan ISIS dan bentuk ancaman terorisme lainnya, sehingga saya yakin kondisi di Indonesia kondusif untuk investasi,” ujarnya.

Menurut Luhut,  salah satu faktor yang membuat jaringan teroris mudah merekrut anggota adalah kemiskinan, “Oleh karena itu program dana desa itu diharapkan akan menciptakan lapangan kerja baru sehingga tidak ada lagi anak-anak muda di desa yang ikut organisasi berbahaya,” lanjutnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)