7-Eleven Sulap Limbah Jadi Pakan Ikan

Sampah menjadi masalah serius, terutama di wilayah perkotaan. Solusinya semakin kompleks, rumit, dan mendesak. Sehingga, dibutuhkan keterlibatan semua pihak, dari masyarakat sendiri, pemerintah, serta dunia usaha. PT Modern Sevel Indonesia yang mengelola gerai waralaba 7-Eleven ikut ambil bagian dalam pengelolaan limbah atau sampah bekas makanan dan minuman.

“Program lingkungan sehat dan bersih kami adalah pengolahan limbah/sampah makanan dan minuman. Yakni, sampah write off dan atau expired dari seluruh outlet 7-Eleven setiap harinya,” kata Corporate Communications Head PT Modern Internasional Tbk, Neneng Sri Mulyati.

sevel Suasana pengunjung 7-Eleven di Margonda, Depok.

Anak usaha PT Modern Internasional Tbk itu tentu menghadapi masalah sampah yang dihasilkan setiap harinya dari sekitar 190 outlet 7-Eleven yang tersebar di banyak titik di wilayah Jabodetabek. Jika pembuangannya tidak diawasi, akan berbahaya. Sampah makanan dan minuman itu bisa menyebabkan penyakit jika dikonsumsi pemulung. Jika dibiarkan menumpuk akan menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu kenyamanan pengunjung dan menimbulkan polusi udara.

“Kami bekerjasama dengan UKM di Depok , yakni kelompok tani Bina Tenaga Inti Rakyat untuk mengolah sendiri sampah makanan dan minuman untuk dijadikan pakan ikan dan lele. Hasilnya bisa dijual untuk para petani ikan dan lele sehingga menghasilkan nilai ekonomi,” katanya.

Untuk meningkatkan efektivitas produksi, lanjut dia, 7-Eleven mengkomunikasikan kegiatan ini dengan Pemerintah Kota Depok serta meminta Dinas Pertanian dan Peternakan untuk terlibat dalam peningkatan kemampuan UKM. Dengan demikian, ekonomi masyarakat setempat akan terangkat dan tingkat kesejahteraan semakin baik. Mereka juga mengambil sampah sayuran dan ikan dari beberapa pasar tradisional di Depok sebagai bahan campuran.

“Jika ada yang ingin membuang sampah makanan sejenis untuk diberikan kepada kelompok UKM ini tentu akan diterima karena akan meningkatkan volume produksi pakan ikan. Pelet yang kami produksi sudah melalui uji lab dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi ikan karena tidak mengandung residu,” katanya. (Reportase: Maria Hudaibyah Azzahra)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)