A-Z Dunia Kuliner, Kamus Mini 3 Pelaku Bisnis FnB

Kebutuhan pangan jalan terus. Itu sebabnya bisnis kuliner tak pernah mati. Tapi jangan mentang-mentang karena ini, lantas kita latah buka bisnis FnB? Apalagi kalau pondasinya belum kuat? Hanya sekedar mengikuti tren atau termakan bujuk rayu teman untuk berkongsi. Maju boleh, asal passion tak jadi korban. Kalau misalnya hal ini terjadi, apa kabar bisnis kita? Siap-siap hambar layaknya masakan tanpa garam.

Tyas A.N (kiri), saat meluncurkan buku perdananya A-Z Dunia Kuliner

Masalah uang juga bisa jadi dilema. Bagaimanapun bisnis harus didasari oleh pondasi yang kokoh. Sebab pilihannya ada 2 : bisnis bergerak maju atau pilih jalan di tempat. Kalaupun skenarionya berpihak pada kita, lantas bagaimana cara menjalaninya? A-Z Dunia Kuliner karangan Tyas A.N membantu mengupas tuntas pertanyaan ini.

Mengambil contoh beberapa kasus, Tyas berusaha menggali pembelajaran-pembelajaran apa saja yang kerap ditemui para pelaku FnB. Uniknya, bahasannya tak melulu soal merekomendasikan tempat makan yang okey, namun juga ilmu dan best practise bagaimana mengelola FnB dilihat dari 3 sisi, pelaku, penanam modal, dan penikmat kuliner itu sendiri.

Dari sisi pelaku, misalnya dibahas mengenai dasar-dasar orang memulai bisnis kuliner. Tyas menekankan pada 3 nilai utama yang harus dijunjung tinggi sebelum memulai usaha. Nilai-nilai tersebut diantaranya pemilihan alasan, sadar realitas, serta cerdik situasi.

“Tahap yang sering dilupakan adalah “alasan”. Saat kita tertarik untuk nyemplung di bisnis FnB, harusnya kita pastikan betul dari sisi mana kita tertarik. Apakah karena hobi memasak, penikmat kuliner, sedang tren bisnis kuliner, nilai investasi yang menjanjikan, punya relasi sejuta, ajakan teman untuk bermitra, dana lebih untuk diinvestasikan, punya karib yang memiliki dana lebih untuk diinvestasikan ke sana, dll. Jawabannya tergantung dari individu yang bersangkutan. Tidak ada jawaban benar maupun salah. Yang terpenting adalah jujur dan komitmen. Sebab dengan 2 nilai inilah, keberlangsungan bisnis kita dapat terjamin,” terang Tyas saat dijumpai dalam peluncuran buku perdananya ini di Kinokuniya, Sogo, Plaza Senayan, Jakarta (19/06).

Untuk sadar realitas, Tyas mencontohkan seperti ini : “hobi kita ternyata memasak dan senang mencoba berbagai variasi rasa menu. Selain kita bisa bertindak sebagai pelaku operasional, kita juga disarankan untuk memiliki orang ahli dalam hal manajemen, strategi, serta taktik. Hal tersebut menjadi lebih lengkap jika ditambah dengan seorang manager yang paham akan manajemen operasional suatu usaha. Dari pilihan ini, paling tidak kita bisa berkonsentrasi dengan kreasi menu dan pengembangannya,” tambahnya.

Jika realitas lain mengatakan bahwa buka bisnis FnB karena ikut tren, punya banyak relasi dari seringnya kongkow, serta tawaran konsep menarik dari kolega, maka jangan ragu dengan saran bijak berikut. Karena dalam kondisi ini biasanya kita tidak tahu inti bisnis kita seperti apa, maka sebaiknya kita mencari tim yang solid dan telah memiliki jam terbang tinggi. Selain itu kita bisa membuat tempat yang mewah dan cocok untuk para pehobi nongkrong serta big spender untuk makan-makan. Meskipun saran ini dapat mengusas bujet, paling tidak risiko ketidakpahaman manajemen dapat diminimalisir.

Adapun cerdik situasi diterjemahkan Tyas dengan rajin berkeliling dan mempelajari perilaku konsumen sehingga kita bisa tahu persis lingkungan dan jenis makanan apa yang patut kita hidangkan dalam bisnis FnB kita.

Nilai-nilai tersebut baru sebagian kecil dari menu yang disajikan Tyas dalam A-Z Dunia Kuliner. Hal lain yang lebih teknis seperti strategi pendanaan, eksplorasi posisi 3 pemain kunci yang terdiri dari pelaku, penanam modal, serta pelanggan juga tak kalah penting sebagai klimaks dari buku terbitan PT Gramedia Pustaka Utama ini. Sementara pemanisnya, tak lupa Tyas menyempilkan beberapa studi kasus pelaku FnB yang berhasil menghidupkan pembelajaran-pembelajarannya selama bergelut di ranah kuliner sehingga menginspirasi orang banyak. Totally, buku ini ringan namun sarat akan ilmu. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)