Adira Finance Incar Pembiayaan Tumbuh 10%

Tahun 2018 akan dilaksanakan pilkada serentak, dan 2019 merupakan tahun pesta politik. Ketidakpastian dalam dunia usaha karena kondisi politik masih akan menjadi suatu isu yang menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku usaha dan masyarakat, akibatnya ada potensi spending yang ditahan.

Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.,Hafid Hadeli, mengatakan, berkaca pada pemilu tahun 2014, event ini tidak lagi menjadi suatu isu yang akan memeengaruhi secara signifikan. Karenanya, bila konsumsi rumah tangga pada tahun 2018 dapat tumbuh sebagaimana diharapkan, ini akan memberikan dampak pada penjualan kendaraan bermotor di Indonesia, baik sepeda motor maupun mobil, baru maupun bekas, juga mendorong penyaluran kredit baik melalui perbankan maupun lembaga pembiayaan.

Tumbuhnya penjualan kendaraan bermotor berarti peluang usaha bagi perusahaan pembiayaan, yang mana sebagian besar penjualan kendaraan bermotor di Indonesia adalah melalui kredit. Adapun asosiasi manufaktur memperkirakan pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor  tahun 2018  sebanyak 5,9 - 6,1 juta unit untuk sepeda motor baru (dari sekitar 5,9 juta unit tahun 2017) dan  mobil baru sama dengan tahun 2017 hingga naik menjadi 1,2 juta unit.

Menurutnya, industri pembiayaan tidak hanya bergantung dengan penjualan kendaraan bermotor saat ini. Upaya pemerintah untuk mendorong literasi keuangan pun akan semakin mengenalkan berbagai produk dari jasa keuangan, yang salah satunya juga adalah jasa pembiayaan multiguna, dimana tujuan pembiayaan tidak sebatas untuk memiliki kendaraan bermotor, tapi juga untuk kebutuhan lainnya seperti membeli durable, kegiatan keagamaan (umroh), pendidikan, modal kerja, dan lainnya. “Secara umum industri pembiayaan tetap memiliki prospek yang menarik,” kata Hafid kepada SWA Online.

Kondisi tersebut membuat Adira Finance optimistis bisnisnya tumbuh. Tahun lalu, perusahaan pembiayaan ini berhasil menyalurkan pembiayaan baru senilai Rp32,7 triliun, tumbuh sekitar 7%. Di tahun 2018 perusahaan menargetkan pertumbuhan pada penyaluran pembiayaan baru sebesar 5%-10%. “Sesuai dengan target dari industri otomotif yang memperkirakan penjualan kendaraan bermotor baru pada tahun 2018 akan berada pada kisaran flat hingga 10%. Target ini akan konsisten dievaluasi dan disesuaikan  jika dibutuhkan untuk lebih mencerminkan perkembangan terkini,” ujarnya.

Untuk dapat meraih target yang ditetapkan  tahun 2018, Adira Finance akan menjalankan berbagai strategi usaha. Menurut Hafid, sejak beberapa tahun terakhir, salah satu strateginya adalah memfokuskan pada pengembangan channel pemasaran ataupun touchpoint. Jalur pemasaran ini tidak hanya berbicara tentang channel konservatif, yakni jaringan usaha secara fisik, tapi channel lainnya juga, seperti digital platform dan ekosistem bisnis, yakni melalui partnership. “Karena itulah, kami telah menjalin kerja sama dengan jaringan ritel waralaba dan pada bulan November 2017, kami juga telah melalukan launching momobil.id,” jelasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)