Adityawarman: Jasa Marga Sudah Operasikan Tol Sepanjang 545 Kilometer

Seiring dengan pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor, khususnya roda empat, jalan tol pun kian disesaki oleh kendaraan itu. Jalan yang disebut bebas hambatan ini terus diperbanyak, mengingat jalan biasa semakin banyak yang tak bisa lagi menampung lalu-lintas kendaraan sehingga kemacetan parah seringkali terjadi.

adityawarman jasa margaPT Jasa Marga (Persero) Tbk, sebagai operator jalan tol yang berstatus Badan Usaha Milik Negara, terus membangun. Dalam acara due diligence meeting dan paparan publik terkait penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Tahun 2013 Seri S, Adityawarman, Direktur Utama Jasa Marga mengutarakan, “Jasa Marga sampai hari ini mengoperasikan lebih kurang 545 kilometer, dari panjang jalan tol di Indonesia sekitar 750 km, atau sekitar 73 persen.”

Dengan pangsa pasar itu, Jasa Marga disebut sebagai operator jalan tol terbesar di seantero Indonesia. Perseroan memiliki konsentrasi di wilayah Jabodetabek yang merupakan wilayah jalan tol terpadat di Tanah Air. Di wilayah itu, perseroan mengelola tol Jagorawi (59 kilometer), Jakarta-Cikampek (83 kilometer), dan beberapa jalan tol lainnya.

Bukan hanya sebatas Jakarta dan sekitarnya, Jasa Marga juga berkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera, yang menjadi wilayah terpadat untuk kepulauan di Indonesia. Di Semarang, ruas tol yang dikelola sepanjang 24,75 kilometer. Ada juga Surabaya-Gempol dengan panjang 49 kilometer. Di Sumatera, Jasa Marga mengelola Belmera dengan panjang 42,7 kilometer.

Lalu lintas yang semakin padat, jalan tol pun terus dibangun, akhirnya bisnis Jasa Marga pun tumbuh. “Sementara hingga Maret 2013, operating margin perseroan mencapai 29,3 persen, dengan raihan EBITDA margin mencapai 62,2 persen,” tambah Adityawarman.

Per kuartal I 2013, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 2,39 triliun, di mana dari jumlah itu, pendapatan tol mencapai Rp 1,37 triliun. Meningkat dari raihan kuartal I tahun 2012 yang tercatat Rp 1,77 triliun. Aset perseroan berada pada angka Rp 25,77 triliun, sementara pada kuartal I tahun lalu sebesar Rp 21,04 triliun.

“Lalu lintas harian yang melakukan transaksi di ruas jalan tol Jasa Marga di seluruh Indonesia berjumlah 3,2 juta kendaraan per hari. Ini lebih kurang 80 persen dari 3,7 juta transaksi tol harian di seluruh Indonesia. Pendapatan per hari Jasa Marga sekitar Rp 13 miliar,” ungkap dia.

Lantas apa saja agenda perseroan hingga akhir tahun ini?

Dari sembilan ruas jalan tol yang sedang kami lakukan aktivitas pembangunan, tahun ini kami punya rencana untuk mengoperasikan tiga ruas saja. Yang pertama, insyaAllah pada bulan September 2013, itu akan kami operasikan yang akan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu dari Nusa Dua-Ngurah Rai sampai Tanjung Benoa. Lebih kurang 10 kilometer.

Fisik sudah 100 persen, uji kelayakan oleh tim yang mewakili pemerintah sudah dilakukan. Memang masih ada catatan dan perbaikan sampai dibuka. Tetapi, jalan tolnya cukup indah karena di atas laut.

Kedua, yang kami rencanakan beroperasi di tahun ini adalah Semarang-Solo Seksi 2, dari Ungaran sampai Bawen. Tanah sudah 100 persen, fisik di atas 85 persen. Mudah-mudahan pada tahun 2013 untuk ruas Seksi 2 Semarang-Solo, yaitu Ungaran-Bawen, bisa kami operasikan. Untuk detil bulannya nanti kami akan beritahu karena kami tidak mau mendahului yang menilai.

Berikutnya yang kami harapkan bisa dioperasikan pada tahun ini adalah nyambungnya  JORR dari Ulujami sampai Kebun Jeruk. Tapi yang akan dioperasikan itu tahap pertamanya dari Kebun Jeruk sampai Ciledug Raya. Itu dari Kebon Jeruk sampai Ciledug Raya ada tiga seksi. Seksi pertama yaitu dari Kebon Jeruk sampai Meruya, dan sebagainya. Di antara tiga seksi ini, yang paling kritis adalah seksi yang pertama, karena pengerjaan tanahnya cukup banyak. dan kami berharap supaya dua minggu lagi bisa selesai.

Selama ini ada dua hal yang mengganggu konsentrasi kami, yaitu masih adanya anomali cuaca, di mana hujan masih terjadi sampai dengan pertengahan Juli, sehingga pengerjaan tanah kalau hujan tidak bisa optimal. Kami harapkan pada awal atau pertengahan November ruas itu selesai konstruksi, dan bisa kami operasikan, insyaAllah, pada awal Desember 2013.

Selain sembilan ruas tol yang sedang dikerjakan, apakah perseroan sudah menyiapkan rencana lainnya?

Jadi, memang di dalam perencanaan kami sebagai manajemen, tahap pertama ini harus selesai tahun 2015, sepanjang sekitar 215 kilometer. Kami pun sudah menyiapkan aktivitas untuk tahap kedua. Tapi, kami tidak mencoba lebih detail, takut harga tanah naik. Yang jelas, sudah berapa lokasi ruas baru dijajaki dan dilakukan pendekatan. Yang pertama yang diumumkan pemerintah pasti kami ikut, yaitu dari Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum sudah pra-kualifikasi, dan yang dinyatakan lulus ada empat perusahaan yang berminat, salah satunya adalah Jasa Marga.

Kedua ada beberapa ruas di Sumatera juga. Tapi kalau sudah pasti, kami umumkan. Panjangnya yang ini kira-kira 27-30 kilometer. Kalau yang dari Medan-Kualamu-Tebing Tinggi panjangnya kan 60 kilometer. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)