Agar Pengalaman Rekrutmen Menyenangkan Bagi Kandidat dan Perusahaan

Terjadi perubahan dalam industri rekrutmen saat ini, yang mulanya fokus pada employer-driven menjadi candidate-driven. Tren lanskap perekrutan di seluruh dunia, berubah dari yang digerakkan oleh perusahaan ke pasar yang digerakkan oleh calon kandidat. Indonesia sedang menuju ke sana.

Mengutip data riset The Global Talent Competitiveness Index, perang perebutan kandidat yang semakin sengit dapat dilihat dari peringkat Indonesia yang menurun dari 39 pada tahun 2017 menjadi 42 tahun ini, dalam hal kemudahan perusahaan Indonesia untuk menarik dan memperoleh kandidat yang berkualitas.

Menurut Sanuk Tandon, Country Head Kalibrr ,yang ditemui saat wawancara khusus di kantornya di Gedung Revenue SCBD Jakarta, ada dua tipe platform rekrutmen yaitu job aggregator di mana ada banyak perusahaan pencari kandidat pekerja dan pure jobs platform yang setiap lamaran masuk ke perusahaan yang benar-benar membutuhkan. "Sayangnya, yang kerap terjadi ketika kandidat memasukan lamaran ke jobs aggregator, dari riset kami kandidat kerap mengalami kekecewaan karena tidak pernah diinformasikan apakah CV mereka diterima atau tidak," tutur Sanuk.

Riset internal Kalibrr didapat dari 15 perusahaan yang diwawancarai, sebagian besar tidak menginformasikan seluruh proses rekrutmen dan waktu yang diharapkan dalam pengumuman lowongan. Informasi proses dan waktu yang diharapkan diberikan setelah kandidat terpilih masuk proses wawancara. "Kondisi ini membuat kandidat kecewa, mengubah persepsi kandidat yang tidak puas mencela perusahaan. Bahkan 1 dari 4 kandidat yang kecewa,  tidak akan membeli atau menggunakan produk dari perusahaan tersebut," katanya.

Ditemukan juga informasi bahwa 80% lebih perusahaan di Indonesia tidak menggunakan online recruitment, hanya menggunakan jobs portal, social media, bahkan masih manual excel recruitment. Padahal di saat yang sama di tengah desakan transformasi digital, perusahaan harus secara tepat merekrut SDM-nya agar bisa mendorong proses transformasinya, terutama orang-orang yang memiliki kemampuan teknologi dan informasi yang mumpuni, termasuk kemampuan memahami media sosial dan digital marketing. "Padahal kandidat terbaik di IT, media sosial dan digital marketing mereka selalu mencari peluang karir baru secara online," ungkapnya.

Maka itu penting bagi perusahaan, pencari kandidat terbaik, lanjut Sanuk, mulai memperhatikan bukan saja recruitment experience tapi juga candidate experience juga melihat hasil riset di atas. "Kandidat saat ini sangat melek teknologi, ada urgensi untuk mengetahui dan memahami kebutuhan dan keinginan kandidat, serta untuk meningkatkan metode rekrutmen bisnis yang ada. Kami melihat dari riset yang Kalibrr lakukan, bahwa pengalaman kandidat (candidate experience) akan mendominasi diskusi tentang praktik-praktik HR di Indonesia di tahun-tahun mendatang," paparnya.

Pengalaman kandidat meliputi setiap kontak antara pencari kerja dengan perusahaan selama proses perekrutan, mulai dari menemukan lowongan pekerjaan hingga menerima tawaran (atau penolakan). "Penting untuk memahami apa yang dipikirkan oleh para kandidat - apa yang mereka cari dalam hidup mereka sebagai seorang profesional dan proses seperti apa yang perlu mereka ikuti untuk mencapainya," tutur pria India yang sudah 20 tahun di Indonesia.

Memberikan rasa hormat pada kandidat yang sudah memasukan lamarannya pada perusahaan adalah unsur utama untuk menciptakan pengalaman kandidat yang positif. Yaitu dengan memberikan harapan yang jelas, membiarkan para kandidat tahu mereka ada di tahapan mana dalam proses rekrutmen yang mereka jalani. "Pelamar akan memberikan rasa hormat dan kepercayaan kepada perusahaan, walau sesulit apapun proses penyaringan kandidat," imbuhnya.

Sama seperti apa yang dilakukan ketika kita menelusuri beberapa aplikasi belanja online, kandidat melakukan hal yang sama ketika mereka mencari perusahaan untuk mengajukan lamaran. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyediakan akses informasi yang komprehensif dan mudah dijangkau oleh seorang kandidat. "Hanya mempertahankan eksistensi yang baik masih belum cukup memadai, perusahaan perlu memunculkan faktor unik perusahaan yang membedakan brand-nya dengan perusahaan lain. Branding tidak lagi merupakan pekerjaan divisi marketing. HR, pun, sekarang perlu terjun ke dunia branding," katanya.

Kalibrr sebagai platform pencari pekerjaan yang sudah ada sejak 2013, menurut Sanuk memahami tantangan tren industri rekrutmen yang dipaparkan di atas. "Tidak seperti jobs platform yang sudah ada sebelumnya, tujuan kami bukan ingin yang terbesar atau bukan seberapa besar data based kandidat yang dimiliki, tapi kami misi kami membuat pekerja menemukan kecocokan dengan perusahaan," ujarnya.

Maka itu bukan saja faktor penddikan, pengalaman pekerjaan, tapi minat, passion, skillset dan latar belakang pekerjaan kandidat sangat di pahami di Kalibrr.  "Kami membangun sistem rekrutmen agar perusahaan klien kami bisa langsung memfilter dengan dukungan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dengan berbagai latar kandidat," tambahnya. Misal  pada pekerjaan tertentu dibutuhkan skill ketelitian yang sangat tinggi, Kalibrr mempunyai sistem untuk mendeteksi ini. Di sistem Kalibrr juga terlihat bagaimana logical thinking kandidat.

Setiap produk dan layanan yang Kalibrr tawarkan dirancang untuk membantu perusahaan merekrut karyawan, dan kandidat dapat dipekerjakan melaui proses yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih mudah. Dalam setiap tahapan perekrutan, Kalibrr memastikan nilai-nilai kandidat dihargai melalui proses rekrutmen yang bebas stres dan bermakna.

"Kami percaya bahwa seluruh proses rekrutmen tidak boleh dan tidak dapat dijalankan sebagai lini produksi yang statis dan mengesampingkan emosi. Pencari kerja menanggapi pemberitahuan pekerjaan dengan harapan mendapatkan pekerjaan, namun kita tahu bahwa hanya segelintir orang yang akan terpilih untuk mendapatkan pekerjaan. Akibatnya, beberapa (mungkin juga mayoritas) harapan pelamar akan hancur dan berpotensi membuat mereka tidak puas. Di era digitalisasi ini, ketidakpuasan ini dapat berakibat fatal bagi perusahaan yang membuka lowongan kerja tersebut," paparnya.

Menurut Sanuk, proses di Kalibrr dibuat lebih manusiawi dengan menempatkan pengalaman kandidat sebagai pusat dari segala yang dilakukan di platform ini, selain tentu saja menarik kandidat terbaik dari seluruh penjuru yang kemudian menghubungkan dengan perusahaan yang membutuhkan sebagai upaya menyiapkan pemimpin masa depan perusahaan tersebut.

"Kalibrr tidak akan mengambil alih posisi perusahaan rekruter jobs, justru bisa kolaborasi, jadi mereka bisa fokus ke hal-hal strategis. Kami yang seleksi kandidat, dengan memberikan pengamalan lebih menyenangkan juga bagi kandidat. Face to face interview, phone interview, assessment, bisa dilakukan perusahaan rekruter," ujarnya.

Sanuk memaparkan, keunggulan Kalibrr sebagai solusi rekrutmen, perusahaan ini memiliki talent portal, ATS (Applicat Tracking System), dan layanan Employer Branding.  Kalibrr merevolusi cara kandidat menemukan pekerjaan dan cara perusahaan mendapatkan kandidat berbakat dengan menempatkan pengalaman kandidat sebagai perhatian utama. Dengan Employer Branding,  dapat membantu perusahaan untuk menarik talenta terbaik dan ATS, Kalibrr membantu perusahaan untuk mengelola hubungan kandidat dengan lebih baik, dengan menciptakan pengalaman kandidat terbaik.

"ATS merupakan aplikasi perangkat lunak yang memungkinkan mesin menangani kebutuhan perekrutan. Sebuah ATS dapat diimplementasikan atau diakses secara online oleh suatu perusahaan besar atau perusahaan skala kecil, tergantung pada kebutuhan perusahaan. ATS sangat mirip dengan sistem Customer Relationship Management (CRM), tetapi dirancang untuk tujuan melacak perekrutan," jelasnya.

ATS memungkinkan perekrut untuk menyaring aplikasi secara otomatis berdasarkan kriteria yang diberikan seperti kata kunci, keterampilan, perusahaan sebelumnya, pengalaman kerja dan riwayat sekolah. Selain itu, ATS juga memungkinkan perekrut untuk mengelola proses lamaran kandidat serta berkolaborasi dengan rekruter lain dalam perusahaan

"Apa yang pernah dilihat sebagai pekerjaan yang membosankan dan memakan waktu bagi pihak rekruter dan yang mungkin menjadi proses yang rumit dan menegangkan bagi para kandidat, akan direvolusi sebagai suatu proses yang lebih sederhana, menarik, dan bermakna," imbuhnya.

Dalam emproyer branding, Kalibrr menawarkan analisis 360 derajat kepada perusahaan dalam membantu mereka memahami bagaimana posisi dan pemahaman kandidat terhadap perusahaan mereka saat ini. "Setelah kami mengidentifikasi kesenjangan branding perusahaan saat ini, kami mengembangkan strategi dan mengirimkan konten yang cocok agar sukses menarik sasaran yang ditargetkan," katanya. Sanuk menyebut Kalibrr telah bekerja sama dengan 50 platform seperti Facebook, LinkedIn, Google, dan sebagainya, jadi perusahaan tidak perlu posting sendiri, cukup satu pintu di Kalibrr untuk branding.

Kalibrr talent portal global telah memfasilitasi hampir enam juta interaksi antara 24 ribu perekrut dan hampir 1,5 juta pencari kerja. Dari jumlah tersebut, Kalibrr Indonesia telah membantu 500 ribu pencari kerja untuk terhubung dengan perusahaan-perusahaan terkemuka. Untuk diketahui Kalibrr didirikan di Filipina yang mulai berkembang ke negara Asean, Indonesia salah satunya.

Selain itu, sejak September 2018 Kalibrr berkomitmen untuk meningkatkan tenaga kerja Indonesia dengan menyelenggarakan acara B2B dan B2C setiap bulannya. Acara B2B dimaksudkan untuk membantu perusahaan mengembangkan organisasinya. Salah satu acaranya adalah Kalibrr Exclusive Gathering yang membahas bagaimana perusahaan membangun budaya yang bagus. Mengenai acara B2C, Kalibrr memiliki acara Scale Up Your Career yang mendorong individu agar sukses dalam hidup mereka.

"Kami akan terus memberikan nilai kepada mahasiswa dan kandidat melalui kegiatan yang sangat menarik, tak terlupakan, dan penuh makna. Perusahaan dari berbagai industri, terlepas dari berapapun ukurannya. Kami bekerja dengan semua perusahaan yang ingin mengubah praktik rekrutmen dan mengadopsi standar perekrutan kelas dunia," katanya.

Sanuk mengatakan, Go-Jek merupakan perusahaan pertama yang menjadi klien Kalibrr. Setelah itu ada Shopee, Bukalapak dan Lazada, bank-bank terkemuka di Indonesia seperti Bank Central Asia (BCA), Bank BTPN, dan Bank Mandiri, perusahaan FMCG terbesar seperti Unilever, hingga perusahaan konsultan terbesar seperti PwC, Accenture, juga XL Axiata telah mempercayai Kalibrr sebagai solusi rekrutmen pilihan mereka.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)