Agung Podomoro Adu Peruntungan di Orchard Park Batam  

Ketika ingin menggarap lahan seluas 20 hektar di Batam, Kepulauan Riau, akhir 2014 lalu, awalnya PT Agung Podomoro Land (APL) masih ragu, mengingat kondisi bisnis properti di Batam saat itu boleh dibilang sedang 'mati suri'.

Di sisi lain, jumlah investor asing yang masuk mengalami peningkatan signifikan. Tahun 2015, penanaman modal asing (PMA) tercatat US$ 204 juta (47 proyek), sementara hingga triwulan pertama tahun ini sekitar US$ 392 (62 proyek). Potensi lainnya, di Batam ada sekitar 130 galangan kapal yang berlokasi di Batuampar, Tanjung Ucang, Kabil dan Sekupang, mengalahkan Surabaya yang sebelum memiliki jumlah galangan kapal terbesar.

Orchard Park, Proyek Agung Podomoro Land di Batam Orchard Park, Proyek Agung Podomoro Land di Batam

Berdasarkan pengalaman menggarap landed house, APL Group melalui salah satu anak perusahaanya PT Dimas Pratama Indah memantap langkahnya untuk membangun Orchard Park di area Batam Center, Batam. Di area seluas 42 hektar, akan dibangun sekitar 1.200 rumah hunian, 121 unit ruko, 100 unit Orchard Club House dan Park Avanue (life style & entertainment center).

Berdasarkan pengamatan SWA akhir pekan lalu, beberapa cluster sudah terjual, dan ada juga yang akan serah terima kunci Agustus mendatang dari 5 cluster yang akan dibangun. Tapi ada juga cluster yang sedang dipasarkan dan juga sudah disiapkan tiang pancang. "Awalnya kami tidak yakin bisa menjual rumah di Batam seharga Rp 700 juta-an per unit, mengingat pengembang properti di Batam  hanya menjual Rp 400 juta-an per unit," kata Ellya, Manajer Penjualan Orchard Park.

Namun, di luar dugaan hanya dalam waktu 1 tahun, Orchard Park bisa menjual 900 unit rumah dan 120 unit ruko. Agung Wirajaya, Direktur Pemasaran Orchard Park, menambahkan sejak dipasarkan awal 2014, penjualan 3 cluster pertama yang dibuka saat ini sudah 97%. "Kami membuka 2 cluster lagi, yaitu Persea (100 unit) dan Durio (183 unit)," kata Agung.

Salah satu unggulan yang bakal menjadi kebanggaan Orchard Park adalah Avanue Park, merupakan lifestyle and entertainment center di lahan seluas 2,2 hektar. Bagunan 3 lantai ini memadukan ruang terbuka publik, cafe restro district dan hyperstore. Selain itu, ada juga kebutuhan para penghuni, mulai dari salon kecantikan, spa, arena bermain anak, karaoke, apotek, ATM Center dan lain-lain yang diharapkan menjadi daya tarik warga Batam.

Kawasan yang diperkirakan membutuhkan investasi Rp 1-1,5 trliun juga akan dilengkapi Orchard Club House yang bisa digunakan untuk tujuan belanja dan berbisnis. "125 unit ruko reguler sold out," kata Tedi Duswana, Manajer Pemasaran Orchard Park.

Selain ruko, kawasan ini juga akan dilengkapi SOHO (Small Office Home Office) sekitar 22 unit premium ruko dengan desain facade modern full glass. Harga jualnya sekitar Rp 3,5 miliar dan kini terjual 60%.

Diakui Agung, Orchard Park membidik segmen seluruh orang Indonesia, khususnya yang ingin menjadikan Orchard Park sebagai home base business, khususnya yang memiliki orientasi ekspor. Tapi permintaan yang muncul 40% berasal dari Jabodetabek, 40% orang Batam dan Kepri dan 20% beragam seperti Surabaya, Medan, Sulawesi dan lain-lain. "Secara kesuluruh Proyek Orchard Park sudah terjual 80%," ujar Agung.

Masuknya pengembang besar seperti APL Group, Ciputra Group, dan Sinar Mas group menurut Ketua DPD REI Batam Djaja Roeslim, kehadiran pengembang nasional menunjukan potensi Batam sebagai sarana investasi properti. "Kehadiran pengembangan nasional sangat positif bagi Batam," kata Djaja.

Djaja menambahkan, kehadiran pengembang nasional tidak akan mematikan pengembang lokal. Justru pengembangkan lokal dipacu untuk meningkatkan kemampuannya dan memacu menghasilkan produk yang lebih baik.

Darandono

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)