Airmas Group, Melesat dengan Strategi “ATM”

Basuki Surodjo, founder PT Air Mas Perkasa.
Basuki Surodjo, founder PT Air Mas Perkasa.

Selama ini kita mengenal ATM sebagai singkatan Anjungan Tunai Mandiri. Namun, bagi PT Air Mas Perkasa (Airmas Group), ATM merupakan singkatan Amati, Tiru, Modifikasi. Sebuah strategi yang digunakan untuk mendorong percepatan bisnis. “Ini berlaku pada industri yang sudah terbentuk ya, bukan untuk bisnis yang masih blue ocean,” ujar Basuki Surodjo, founder PT Air Mas Perkasa menegaskan.

Sebagai perusahaan yang fokus berbisnis produk dan layanan teknologi informasi (TI), mulanya Airmas yang didirikan pada akhir 2007 adalah pemasok alat tulis kantor (ATK) senilai Rp 20 juta di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sejak itu, bisnis Basuki terus berkembang hingga menjadi grup bisnis dengan berbagai anak usaha yang membidangi pengadaan barang dan jasa pemerintah, e-commerce, bisnis food and beverages, fashion, dll. Bendera bisnis yang diusung pun beragam, antara lain ada Ayooklik, Ayoomall, Ayooservice, Ayoobisnis, dan Ayoocafe.

Hingga saat ini, Airmas masih fokus menggarap business to government (B2G), terutama sebagai penyedia e-catalog pemerintah. Juga menggarap business to business (B2B) untuk BUMN, korporasi, serta pasar UMKM. Untuk B2B, awalnya dipasarkan secara manual, kini sudah mengembangkan pasar secara online di bawah kanal Ayomall.com.

“Kami tetap fokus di TI. Saat awal memasarkannya secara offline, kini juga melalui online untuk ritel dan bisnis di kanal e-commerce RajaIT.id. Untuk gerai offline-nya pun, kami kembangkan toko ritel di Jakarta, Bekasi, dan Surabaya. Kami bangun terus dengan sistem yang bagus, sehingga terintegrasi tiap gerai dan kanal e-commerce di berbagai kota Indonesia,” kata Basuki yang juga menjabat sebagai CEO Airmas Group.

Bagi Basuki, bisnis harus terus bergerak dan tidak boleh berhenti. Termasuk, dalam hal layanan, Airmas kini pun mempunyai layanan manage printing, menyewakan printer dan komputer, dengan tetap fokus di TI. “Setiap layanan dan solusi selalu disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” ujar pria yang biasa dipanggil Cobaz ini.

Lalu, apa strateginya sehingga bisnisnya terus berkembang? Basuki mengungkapkan, dalam mendorong percepatan bisnis, perusahaannya menggunakan strategi ATM: Amati, Tiru, Modifikasi. “Jadi, membuat sesuatu yang exsisting di dunia TI, semuanya sudah ada, pasti tidak terlalu jauh. Makanya, kami lebih menggunakan konsep amati, tiru, dan modifikasi produk yang sudah ada, tapi dengan konsisten dilakukan, ” katanya tandas. Sehingga, Airmas pun bisa tumbuh cepat.

Selain menerapkan strategi ATM, Airmas secara konsisten terus memperbaiki organisasi di perusahaan. “Dulu awalnya hanya tiga orang, kami berkembang. Lalu, kami kembangkan untuk kebutuhan organisasi yang lebih besar. Dulu akunting dan keuangan jadi satu, sekarang dipisah. Begitu juga dengan HRD dan sales pun dipisah,” katanya.

Menurut Basuki, kunci agar organisasi tumbuh adalah sistem. “Kami membuat sistem yang prosesnya lebih efisien dengan menggunakan software. Selain itu, diferensiasi Airmas sebagai perusahaan berbasis TI, bukan sekadar jualan hardware. Sekarang sudah dikembangkan ke arah solusi dan software, termasuk layanan server. “Saat ini sedang mengembangkan pasar software untuk UMKM dan ini untuk mempermudah bisnis kami ke depan,” ujarnya.

Bicara tantangan yang paling berat, sejak awal atau sekarang dalam mengembangkan bisnis kondisinya berbeda-beda. Untuk tantangan di awal, tentunya terkait permodalan dan cash flow. “Apalagi main di pemerintahan, wapu atau wajib pungut itu jadi tantangan, mesti menunggu restitusi itu bisa 1-2 tahun. Dengan kondisi itu, kami harus menjaga cash flow. Untuk menjaga cash flow, sekarang kami mengembangkan B2B dan B2C untuk mengimbangi B2G,” Basuki menjelaskan.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)