Alasan IKEA Pilih Luar Jakarta

Siapa yang tidak mau berinvestasi di Indonesia? Tampaknya semua perusahaan asing besar saling berlomba untuk mendirikan bisnisnya di Tanah Air. Lihat saja, berbagai merek fashion ternama dunia kini sudah menempati toko-toko di sejumlah mal kelas atas di Jakarta.

Belum lagi sejumlah perusahaan elektronik ataupun teknologi yang terus menjajakan produk-produknya ke masyarakat Indonesia. Mulai dari ponsel murah hingga mahal sekalipun dibeli oleh orang Indonesia. Bukti bahwa tingkat konsumsi negara ini cukup tinggi. Diperkirakan ekonomi Indonesia akan terus melaju bahkan bisa menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Mark Magee, General Manager IKEA Indonesia

Makanya itu, perusahaan internasional tak mau kehilangan kesempatan menikmati besarnya pasar domestik Indonesia. Salah satunya adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan barang-barang furnitur asal Swedia, IKEA. Rencananya, tahun 2014, IKEA akan membuka toko pertamanya di Indonesia. “Kami akan buka di Alam Sutera, tahun depan,” terang Mark Magee, General Manager IKEA Indonesia kepada SWA Online, di sela-sela acara The National Day of Sweden and Midsummer Celebration, di Jakarta, pekan lalu.

Mark bercerita bahwa IKEA akan menempati lahan sekitar 4,8 hektar di Alam Sutera, sebuah kawasan terpadu di wilayah Serpong, Tangerang. Bangunan tokonya sendiri seluas 35 ribu meter persegi dengan dua lantai. Menurut dia, Alam Sutera adalah lokasi yang strategis bagi IKEA. “IKEA banyak mengandalkan para pelanggan yang bepergian. Jadi, standar letak toko IKEA adalah di jalur jalan raya utama ataupun jalan tol, di mana mudah bagi pelanggan untuk mengakses.”

Tampilan luar salah satu toko IKEA di Singapura

Dan Alam Sutera, terang dia, memenuhi standar tersebut. Kawasan tersebut mempunyai akses tol yakni Tol Jakarta-Merak, yang membuat toko ini bisa didatangi bukan hanya oleh masyarakat di Tangerang, tetapi juga Jakarta. Bahkan, kata dia, jika pembangunan tol Jakarta Outer Ring Road II selesai dan tersambung dengan tol Merak, itu akan membantu masyarakat berkunjung ke IKEA. “Artinya pelanggan bisa datang dari selatan Jakarta bahkan dari Bekasi,” tambah Mark.

Dengan lokasinya yang strategis, ia pun berpandangan, “Saya pikir Alam Sutera akan menjadi pusat retail yang paling sukses di barat Jakarta dalam 10 tahun mendatang.”

Lebih lanjut, Mark menuturkan, pengunjung Indonesia akan mendapatkan toko IKEA dengan standar yang sama yang sudah berlaku di negara lainnya. Pengunjung bakal mendapatkan pengalaman berbelanja barang-barang furnitur yang sama.

Terkait itu, IKEA adalah department store yang menawarkan konsep berbelanja dengan produk-produk flat-packed. Maksudnya, barang yang dijual di IKEA bisa dibeli tidak dalam wujud aslinya, melainkan dibungkus secara datar. Dengan demikian, tempat penyimpanan produk akan memuat lebih banyak barang, begitu juga dengan proses pengiriman barang. Menurut Mark, cara seperti itu mengurangi biaya operasional perusahaan. “Lebih efisien dalam pengiriman produk, maka kami mengurangi biaya kepada pelanggan,” imbuh dia.

Dia pun menegaskan, “Cara IKEA bekerja secara keseluruhan adalah mengurangi biaya secara terus menerus, dan meneruskan penghematan biaya kepada pelanggan.” Mark lalu menuturkan, investasi yang digelontorkan IKEA untuk membeli lahan dan membangun toko di Alam Sutera di bawah US$ 100 juta. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)