IWIC Indosat Ooredoo Lahirkan Banyak Developer Muda Berbakat

Sudah banyak bukti bahwa anak muda Indonesia memiliki talenta luar biasa, tidak hanya diakui di dalam negeri tetapi hingga ke luar negeri. Sebagai contoh desainer fashion, Tex Savario dengan busana karyanya yang dipakai oleh artis dunia Lady Gaga dan Kim Kardashian, bahkan dipakai di film "The Hunger Games" atau "Joey Alexander" yang masuk dalam dua nominasi dua Grammy Award 2016. Belum lagi berbagai penemuan yang dilakukan oleh peneliti-peneliti muda Indonesia. Ya mereka membawa nama Indonesia dengan kemampuan dalam masing-masing bidang yang mereka tekuni.

Akan tetapi, ada beberapa karya anak bangsa yang tidak diketahui secara luas atau beberapa dari mereka tidak percaya diri dengan hasil karya sendiri dan memilih untuk tidak melanjutkan bakat dan kemampuan mereka. Pada akhirnya karya mereka akan “mati suri”.

IWIC 2015 IWIC 2015

Berbagai cara dapat dilakukan untuk membantu anak muda terus menghasilkan karya-karya dan berani mencari ide-ide baru. Salah satunya melalui ajang kompetisi Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC).

Sejak lama melihat potensi besar dari anak-anak muda dalam negeri, melalui IWIC, perusahaan telko Indosat Ooredoo ingin berkomitmen membangun ekosistem dunia digital.

Diadakan sejak 2006 lalu, ajang kompetisi inovasi teknologi di bidang mobile atau wireless ini berhasil melahirkan para developer muda dengan karya berupa aplikasi mobile lokasl yang baru dan memiliki nilai tinggi. Seperti aplikasi Ragunan Zoo yang dibuat oleh Sandy Colondam, yaitu sebuah aplikasi edukasi dan informasi mengenai kebun binatang Ragunan yang diperuntukkan bagi para pengunjung.

“IWIC sudah diselenggarakan ke-9 kali. Dan respon peserta sangat besar. Tahun ini kami berhasil mengumpulkan 3.173 peserta generasi muda dari seluruh Indonesia,” ungkap Alexander Rusli, CEO Indosat Ooredoo. Mengusung tema “Innovate Your Life”, IWIC ke-9 konsisten mengasah kemampuan entrepreneurship peserta dengan menggaet Jakarta Founder Institute dan Crowdtivate. Dimana keduanya adalah institusi  yang akan mengarahkan dan menuntun developer mudah menjadi technopreneur melalui mentoring dan crowdfunding.

“Di IWIC tahun ini ada kategori untuk Kids dan Teens yaitu siswa SD-SMA serta dua kategori spesial yaitu Apps for Woman dan Apps for Supporting Inbound Tourism, ” ujarnya.

Untuk mengajak lebih banyak peserta di setiap tahunnya, perusahaan yang menerima Most Innovative Company of the Year tahun 2015 dari Asia Pacific Stevie Awards ini melakukan sosialisasi dengan mengadakan roadshow ke berbagai kampus. Selain itu untuk kategori baru Kids dan Teens, Indosat Ooredoo datang ke sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Ada pula Kids Coding Competition, yaitu kegiatan hackaton pembuatan aplikasi mobile untuk anak-anak dan remaja. Sedangkan Women Developer Day sebagai wadah berkumpul komunitas developer perempuan untuk belajar mengenai perkembangan terbaru dalam teknologi.

Dari ribuan peserta di tahun ke-9 ini, didapat 26 pemenang dari berbagai kategori, dimana mereka berhak mendapat hadiah berupa gadget, uang tunai, beasiswa di Founder Institute, mentoring Harukaedu, kesempatan untuk mendapat pendanaan di Crowdtivate, Saldo Dompetku dan berlangganan gratis Cipika Bookmate selama satu tahun.

“Saya melihat teknologi sudah semakin berkembang dan akan semakin berkembang baik jika tepat digunakan dan dikelolanya. Ya, masyarakat digital indonesia memang harus dibesarkan oleh anak negeri sendiri,” tutupnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)