Ambisi Menjadi Top of Mind Komunitas Wirausaha, Bank Mandiri Agresif Kucurkan Kredit

Dari 247 juta jiwa warga negara Indonesia, baru 1,6% yang menceburkan diri ke dunia wirausaha, sebagaimana dinyatakan Syarief Hasan, Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil. Kalau dihitung  jumlahnya hanya 3,9 juta.

Pahala Mansury (paling kiri) dan Syarief Hasan (kedua dari kiri) menyerahkan hadiah pada 3 jawara Lomba Wanita Wirausahawan Mandiri-Femina 2013

Padahal, Syarief mematok, jumlah wirausahawan naik menjadi 2% tahun depan.

Sebagai salah satu pendukung agenda ini, Bank Mandiri aktif mengembangkan program kewirausahaan semenjak 2007. Salah satua jalannya adalah membangun komunitas wirausahawan. “Wirausaha Muda Mandiri sudah jadi komunitas sendiri. Satu tahun, orang yang berpartisipasi dalam Program Wirausaha Muda Mandiri kurang lebih 1.600 orang,” papar Pahala N. Mansury, Chief Financial Officer Bank Mandiri (27/6), seraya meninjau 15 stan milik finalis Lomba Wanita Wirausaha Mandiri-Femina 2013.

Menurutnya, Bank Mandiri ingin berada di top of mind komunitas yang nantinya akan berwirausaha. Tujuannya, jika usahawan membutuhkan bank atau mitra dalam usaha, entah untuk kredit atau kegiatan transaksional, yang pertama mereka ingat adalah Bank Mandiri. “Karena kami yang selama ini mendukung mereka,” tambah Pahala.

Sebanyak 60% pelaku UKM dan usaha mikro adalah perempuan. Patut disayangkan, banyak perempuan pengusaha yang terkendala membesarkan usaha mereka. “Biasanya mereka usaha (untuk) iseng-iseng saja. Pengembangan tidak dilakukan secara fokus,” ujarnya. Wadah kompetitif macam Wanita Wirausaha Mandiri-Femina diharap bisa mengurangi hambatan tersebut sehingga mereka benar-benar berkembang.

Dari Lomba Wanita Wirausaha Mandiri-Femina 2013, dihasilkan 3 pemenang utama di antara 15 finalis. Berurutan dari posisi 1 sampai 3 adalah Rizka Wahyu Romadhona, pembuat Lapis Bogor Sangkuriang; Melanny, produsen Aroma Cake Buah Naga; dan Riana Bismarak, pemilik BelowCepek.com. Rizka mengawali usahanya dengan modal tak lebih dari Rp 500 ribu, sedangkan Melanny harus merogoh kocek sedalam Rp 150 juta dan Riana lebih dari Rp 100 juta.

“Banyak orang berpikir bahwa pengusaha butuh banyak modal. Padahal, yang paling penting buat mereka adalah pembinaan dan akses membuka pasar-pasar baru supaya mereka terus bertumbuh,” tegas Pahala.

Kendatipun modal bukan penentu tunggal dalam usaha, Bank Mandiri tak pelit menyalurkan kredit usaha kecil.

Pemberian hadiah bagi para pemenang Lomba Wanita Wirausaha Mandiri-Femina 2013

Pembiayaan untuk usaha kecil saja berkisar Rp 39 triliun , sedangkan untuk skala mikro berkisar Rp 21 triliun. Di segmen menengah, dana tersalur kurang lebih Rp 90 triliun. Kredit Usaha Rakyat pun sudah dialirkan dengan limit Rp 17 triliun. Jika wirausahawan bahkan tak memenuhi syarat menerima KUR, bank plat merah ini punya alokasi kredit kemitraan sebesar Rp 400 miliar.

“Penyaluran kredit kami banyak fokus pada yang sifatnya produktif (bagi) setiap segmen yang potensial di usaha kecil menengah, mikro, yang belum bisa peroleh pembiayaan, bahkan yang belum bisa memperoleh KUR,” tutup Pahala. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)