Anggur Orang Tua, Berkembang Mengikuti Zaman

Tujuh puluh dua tahun bukan usia pendek untuk ukuran sebuah produk. Adalah Anggur Orang Tua, produk PT Perindustrian Bapak Djenggot (PBD), yang sejak 1948 tetap mempertahankan kualitas dan resep asli yang dirasakan manfaatnya oleh konsumen sebagai warisan tradisi Indonesia. Selain itu, selama 72 tahun kehadirannya Anggur Orang Tua pun terus mengikuti perkembangan zaman agar selalu relevan dengan pasar.

Sebagai gambaran, lima tahun terakhir, Anggur Orang Tua melakukan perbaikan di beberapa sektor. Yaitu, mulai dari produk sampai pendistribusian barang untuk mempertahankan eksistensinya sebagai minuman warisan tradisi Indonesia.

Dedy Gusanto, Direktur PBD, menjelaskan bahwa untuk mengikuti perkembangan pasar dan konsumen, pihaknya terus berinovasi dengan mengeluarkan sejumlah produk: Manta Rum (jenis rum), Svaa Port Wine (jenis port wine), dan Mixmax Anggur Merah (produk baru, yaitu anggur merah). Produk-produk baru tersebut diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan pasar di kanal On-Premise. “Untuk produk traditional herbal wine, kami juga lakukan rejuvenasi packaging supaya tampil lebih modern, serta tetap menjaga kualitas produk sesuai standar,” katan Dedy.

Anggur Orang Tua menerapkan strategi pemasaran yang selalu up to date. Produk ini juga tetap hadir di tengah masyarakat dengan berpartisipasi aktif di acara-acara kerakyatan, seperti sedekah bumi dan petik laut, serta melalui kegiatan tradisional, yakni acara jamu seduhan yang mengedukasi masyarakat mengenai isi produk Anggur Orang Tua. Produk ini hadir pula di gerai-gerai On-Premise untuk memenuhi kebutuhan konsumen di dunia lifestyle.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, pihaknya sudah dan akan terus menjalankan protokol kesehatan berdasarkan Kemenkes 328 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di lingkungan kerja. Perusahaan selalu memantau dan memperbarui perkembangan informasi Covid-19, membentuk tim gugus tugas, serta melaksanaan protokol kesehatan, baik di kantor maupun di rumah.

“Selain itu, pada masa pandemi Covid-19 ini, kami support ke channel-channel On-Premise dalam melakukan bisnis di masa new normal dan membantu menjalankan protokol kesehatan,” ungkap Dedy.

Ke depan, perusahaan ini akan terus berupaya menjadikan Anggur Orang Tua sebagai produk warisan tradisi Indonesia yang dikenal konsumen Indonesia dan mancanegara serta membanggakan bangsa Indonesia. Tantangan yang kini dihadapi perusahaan adalah bagaimana bisa mengenal dan memenuhi kebutuhan konsumen dari berbagai generasi.(*)

Arie Liliyah dan Dede Suryadi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)