Anies: Politik Tak Akan Ganggu Ekonomi Indonesia

Meski sempat dihebohkan aksi-aksi demonstrasi terkait rencana kenaikan BBM, Indonesia ternyata menjadi referensi utama ASEAN dalam hal demokrasi. Menurut Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, Indonesia punya percaya diri yang tinggi bahwa demokrasi adalah rute yang terbaik.

“Kalau bicara ASEAN, kita nampak sendirian. Negara lain belum bicara demokrasi, kebebasan pers, hak asasi manusia, ekonomi kita juga tidak jelek,” tambah Anies usai acara 12th Annual Citi Economic and Political Outlook Seminar, Indonesia 2012: Surfing in the Middle of the Tide.

Tidak dimungkiri, banyak kekhawatiran di kalangan pelaku bisnis yang timbul akibat labilnya situasi politik Indonesia. Bagi Anies, perbedaan pandangan dan perdebatan itu memang seharusnya, dan DPR memang tempat yang tepat. “daripada kita debat di jalan-jalan,” lanjutnya.

Meski begitu, masih ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, “tinggal bereskan soal korupsi dan good governance.” Anies berharap adanya dukungan tanpa syarat untuk pemberantasan korupsi terutama menyangkut aktor-aktor penting dalam pengambilan kebijakan dan politik. Menurutnya, bila orang-orang besar dibiarkan melakukan korupsi dan tidak dipidanakan, pembiaran itu akan menular.

“Proses ini tidak bisa semata-mata diserahkan pada hukum, harus ada turun tangan pemimpin. Pemimpin tidak boleh netral dalam perang melawan hukum. Jangan bayangkan memberantas korupsi seperti kerja bersih-bersih, yang dibersihkan pasif,” ujar Anies Rabu 11 April 2012.

Anies menambahkan pekerjaan rumah lain yang harus dikerjakan bersama adalah penghematan. Penghematan ini hendaknya dimulai dari budget pemerintah, kemudian penghematan dengan contoh keseharian seperti mengurangi pendelegasian ke luar negeri.

Penghematan memang tidak bisa dikampanyekan secar alisan, melainkan perbuatan. “Kalau lewat pidato, orang mendengarkan. Tapi kalau lewat perbuatan, orang akan meniru,” tegasnya.

Situasi ekonomi dan politik memang tidak bisa dipisahkan. Kepada reporter SWA, Anies menganalogikannya seperti seorang petani yang setiap hari mencangkul sawah dan tidak peduli politik. Ketika tanahnya digusur, petani itu tidak bisa tidak mempedulikan politik, apalagi terkait kebijakan pengambil keputusan.

Meski begitu, Anies memprediksi situasi politik tidak akan mengganggu iklim bisnis di Indonesia. Baginya, perdebatan yang selama ini terlalu banyak disorot media hanyalah proses pendewasaan Indonesia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)