ANTV Bangun Platform Media Sosial untuk Apresiasi SDM-nya

VP Human Capital Development PT Visi Media Asia Tbk., Ariyo Putro, dan tim Human Capital ANTV.

Nama ANTV beberapa tahun belakangan menjadi santer melalui program-program yang mereka gagas. Tayangan lokal dan macanegara yang diusung mampu memberikan warna baru sepanjang perjalanannya selama 24 tahun ini.

Program tayangan ANTV telah dipancarkan dari 43 stasiun transmisi di seluruh Indonesia yang menjangkau lebih dari 146 juta penduduk di lebih dari 160 kota. Alhasil, ANTV mencapai predikat sebagai TV nomor 1 di Indonesia, dengan angka rating dan share yang konsisten sepanjang tahun. Namanya juga menduduki peringkat ketiga dalam survei Indonesian Employer of Choice 2017 yang diadakan oleh Hay dan Majalah SWA.

Menurut VP Human Capital Development PT Visi Media Asia Tbk. (perusahaan yang menaungi ANTV), Ariyo Putro, pencapaian tersebut hasil dari strategi yang dijalankan di Grup Viva, termasuk di ANTV. Ia melihat pertumbuhan pemirsa media melalui platform digital lebih pesat dibandingkan TV konvesional (TV free to air/FTA). Oleh karena itu, Grup Viva menerapkan strategi konvergensi media yang terintegrasi bernama Viva 360° Strategy.

Adanya strategi tersebut mengharuskan adanya pengembangan SDM agar dapat berjalan secara selaras dengan tujuan perusahaan. Targetnya adalah bagaimana semua personel Grup Viva — termasuk ANTV— memiliki daya kreativitas dan inovasi tiada batas, menjadi team player sejati, berntegritas tinggi, memiliki pola pikir dan perilaku berbasis digital, terlebih untuk SDM milenial.

Keberadaan milenial mendapat perhatian lebih di ANTV. Ariyo mengungkapkan total karyawan ANTV sekitar 1.250 orang dan 50%-nya adalah generasi milenial. “Generasi inilah yang dalam waktu dekat akan menjadi suksesor posisi leader di ANTV,” tambah Ariyo. Baginya, mengelola generasi ini memiliki tantangan tersendiri, yaitu, pertama, bagaimana menarik dan meretensi mereka agar dapat produktif dan engaged dengan perusahaan. Kedua, bagaimana mereka dapat mentraformasikan para leader sesuai dengan zamannya.

Dalam strategi Human Capital ANTV, terdapat 5 pilar yang menjadi fokus, yaitu Organization & People Strategy, People Nurturing, Culture, Leadership & Engagement, Excellence Human Capital Services, dan Credible HC Business Partner. “Dalam penerapan lima pilar tersebut, teknologi memiliki peran kritikal sebagai enabler dari seluruh aspek pengelolaan SDM,” kata Ariyo.

Di ajang HR Excellence Award 2018, ANTV menjadi pendatang baru dengan mendaftarkan diri untuk kategori HR Technology. Keseriusannya dalam pemanfaatan teknologi dalam mengelola SDM memang tidak sekadar basa-basi. Alhasil, ANTV meraih peringkat pertama dalam kategori ini. Ariyo menambahkan, HR Technology yang digunakan ada dua. Pertama, Human Capital terkait dengan HR management, yakni organization management, training & event management, people development, serta mencakup pula master data dan aplikasi Employee Self Service (ESS).

Kedua, Employee Collaboration App, aplikasi media sosial internal perusahaan, yang digunakan untuk komunikasi karyawan, membangun relasi antara leader dan anggota timnya, dan membangun perilaku positif berbasis nilai-nilai korporat. Aplikasi ini yang dijagokan ANTV di ajang HR Excellence Award 2018. Lewat aplikasi ini dapat dilakukan komunikasi yang dinilai sebaga faktor penting dalam menjalankan roda perusahaan. Karyawan perlu berkomunikasi untuk menunjukan kesediaanya bekerja sama satu sama lain untuk mencapai tuuan perusahaan.

Aplikasi kolaborasi ini disebut The ANTV Playground yang sering disebut dengan TAP. Dijelaskan Ariyo, TAP adalah teknologi medsos korporat yang berciri people friendly. “Melalui TAP, perusahaan berusaha menciptakan saluran komunikasi yang mudah, efektif, dan positif,” ungkapnya. Share feelings untuk mengungkapkan apa yang dirasakan untuk menciptakan hubungan interpersonal yang baik ada di TAP. Tak hanya itu, TAP juga sebagai Instant Recognition & Survey untuk memberikan apresiasi secara langsung kepada karyawan secera real time dan dapat digunakan untuk survei kepada seluruh user.

Melalui TAP ada berbagai metode role modelling yang dapat dilakukan seperti pemberian feedback & recognition untuk menunjukkan bahwa leader memperhatikan dan menghargai kinerja timnya. Penyampaian informasi dan arahan yang jelas juga membuat karyawan dapat mencapai hasil kerja yang lebih baik. “Kami membuat skema penilaian menggunakan TAP platform yang akan dikombinasikan nilai saat pengisian Online Performance Appraisal,” ungkap Ariyo.

 

Reportase: Sri Niken Handayani

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!