Apindo Serukan Pengusaha Bersinergi dengan Pemerintah

Menjelang tutup tahun, Asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) kembali menggelar pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong. Dalam pertemuan ini, membahas berbagai macam hal antara lain menyinggung serta sosialisasi mengenai Permendag No. 10 mengenai TPP.

Ketua Dewan Pertimbangan Apindo, Sofyan Wanadi menyerukan kepada para pengusaha Indonesia untuk turut membantu pemerintah dalam menghadapi situasi ekonomi yang dapat dikatakan sedang melambat.

P_20151207_103957-600x1067

Sofyan berpendapat bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi melambatnya ekonomi Indonesia, antara lain kondisi pasca pemilu yang tidak sesuai ekspektasi, serta harga komoditas yang saat ini turut jatuh. Padahal saat itu harga komoditas menjadi sebuah kemewahan yang menjanjikan.

"Waktu itu harga komoditas melambung naik, Indonesia terlalu merasa nyaman dengan hal ini sehingga menjadikannya lupa untuk memperhatikan hal lain, salah satunya Infrastruktur. Bayangkan, biaya logistik antar daerah di Indonesia lebih menghabiskan banyak cost, belum lagi birokrasi yang tumpang tindih,” papar Sofyan.

Seiring dengan melemahnya ekonomi Indonesia, dia menyerukan agar para pengusaha tidak hanya semata mata menunggu dan menerima keputusan pemerintah, tatapi turut berpartisipasi serta introspeksi agar bisa menang dalam persaingan.

“Melihat kondisi saat ini, divmana politik keamanan tidak lagi bisa take of granted, sebagai pengusaha kita tidak ada waktu lagi untuk mengeluh. Yang harus kita lakukan adalah terus melakukan kerjasama dan saling menggalakkan. Selama ini, praktik yang banyak dilakukan adalah sering dimanja dan merasa paling benar. Sebaiknya sebagai pengusaha, ubahlah pola pikir seperti itu untuk bisa bertahan di kondisi seperti ini,” tambah Sofyan.

Meurutnya, kerja sama dan pengubahan pola pikir sangatlah penting. Begitu juga dengan kerja sama terhadap pemerintah agar kebijakan yang dikeluarkan bisa berjalan secara optimal, efektif, dan efisien bagi pelaku usaha.

“Menjelang MEA, TPP dan perjanjian dengan Eropa, kita harus segara siap dan mampu bersaing. Kerja sama dengan pemerintah sangat diperlukan. Jangan hanya mementingkan benefit, tetapi keselamatan ekonomi negara harus tetap nomor 1,” lanjutnya.

Hal ini lantas diamini oleh Menteri Perdagangan, Thomas T. Lembong. Ia menyatakan bahwa pemerintah memang membutuhkan saran dari pengusaha untuk memberikan pendapat, komentar, kritik serta dukungan terhada Permendag yang diprediksi akan dikeluarkan pada minggu kedua Desember mendatang.

“Pemerintah memang sedang berusaha menyederhanakan peraturan yang sedang complicated. Karena jika peraturan sudah lebih sederhana, daya saing akan lebih meningkat dan menghasilkan banyak kemajuan,” ujar Thomas. Thomas dan Sofjan sama sama menyatakan optimismenya menghadapi persaingan bisnis di Tahun 2016. Menurut mereka, Indonesia masih memiliki harapan serta potensi untuk lebih baik lagi.

“Indonesia terlalu kaya dan terlalu besar untuk jatuh. Oleh sebab itu, kami optimis Indonesia masih bisa lebih baik lagi,” tutup Sofyan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)