Apresiasi Kepuasan Konsumen, ICSA Kembali Digelar

Konsumen adalah raja. Begitu yang seringkali terdengar. Mungkin hal tersebut memang ada benarnya. Bagi perusahaan manufaktur atau penyedia jasa, konsumen adalah nyawa bagi mereka. Oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan ini seringkali diharuskan menyesuaikan produk dengan kebutuhan atau selera pasar. Tak sedikit dari mereka bahkan menyediakan wadah untuk mengetahui feedback dari konsumen.

Suasana penyelanggaraan awarding ICSA 2015 Suasana penyelanggaraan awarding ICSA 2015

Berangkat dari hal tersebut, untuk ke 17 kalinya, Majalah SWA mengadakan penghargaan bergengsi, terkait dengan kepuasan konsumen, Indonesia Consumer Statisfaction Award (ICSA) . Penghargaan ini ditujukan kepada perusahaan yang mampu memberikan kepuasan dengan konsumen, baik dari kinerja maupun produk sesuai dengan survei yang dilakukan oleh Frontier. Dari penghargaan ini, ditemukan puluhan perusahaan berkinerja terbaik baik dari manufaktur maupun penyedia jasa, sesuai dengan pilihan konsumen.Sigi ini dilakukan di 100 kategori produk dan dilakukan di 7 kota besar dengan melibatkan 7.500 responden.

“Dengan adanya penghargaan ini, kami harap akan ada nilai tambah bagi perusaan, serta memacu pada perlaku korporasi untuk lebih memperhatikan konsumen, demi keberlangsunan perusahaan,” ujar Kemal E. Gani, Pemimpin SWA Group.

Selain penganugrahan, sebelumnya diadakan seminar mengenai tips beberapa pengusaha penyedia jasa maupun manufaktur tentang usaha mereka dalam menggapai insight dan keinginan konsumen. Bahkan di antara mereka banyak yang bangkit dari keterpurukan ketika mulai memfokuskan perhatiannya terhadap kepuasan konsumen, seperti Extra Joss dan Okky Jelly Drink dari Garudafood yang mampu melejitkan kembali penjualannya pasca terkena black campaign. Selain itu, Dari Garudafood yang selalu memperhatikan compliment dari customer serta internalnya demi memuaskan konsumen.

Memuaskan konsumen tentu saja bukan hal yang mudah. Hal ini dikarenakan setiap konsumen memiliki kepuasan yang berbeda dan tidak gampang puas. Apalagi untuk saat ini, konsumen semakin cerdas dan sulit dipuaskan. Ditambah lagi dengan kondisi ekonomi yang sedang slow down membuat beberapa perusahaan menurunkan buget mereka untuk memuaskan pelanggan. Dan tentu saja, ini memengaruhi tingket kepuasan tersebut.

“ Untuk bertahan dengan baik, butuh konsistensi, kreatifitas dan inovasi untuk melengkapi kepuasan konsumen. Bagi kami, ini merupakan prestasi yang berharga dan patut untuk diapresiasi karena untuk mempertahankannya bukan perihal mudah. Memang tidak banyak yang konsisten dalam memuaskan pelanggan. Yang berhasil hanya 1 bertahan 17 kali berturut turut, “ tutup Kemal. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)