Artotel Galang Dana untuk Bantu Warga Lembata

Hotel Artotel turut aktif mengumpulkan dana bantuan untuk masyarakat yang tinggal di Pulau Lembata. Caranya, lewat pameran foto bertajuk “Lembata-Hidden Treasure”, yang digelar bekerjasama dengan Asosiasi Fotografer Indonesia (AFI) dan Komunitas Pencinta Indonesia Timur (KOPIT).

Pameran foto yang berlangsung dari 1-14 Agustus dan didukung oleh toko buku Gramedia ini menampilkan jepretan peserta KOPIT dan AFI. Hasil penjualannya akan disumbangkan untuk membantu masyarakat di Pulau Lembata. “Ini adalah pameran foto kedua yang diadakan KOPIT,” kata Sari Narulita, Ketua Panitia Pameran Foto “Lembata-Hidden Treasure” dalam rilisnya.

Pameran pertama diselenggarakan pada 27 Maret-2 April 2015 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Dana yang terkumpul rencananya akan digunakan untuk membangun rumah baca di beberapa titik wilayah di Pulau Lembata, sementara Gramedia yang menyumbang buku-bukunya.

lamalera Lamalera adalah sebuah desa terpencil yang terkenal karena profesi masyarakatnya ‘sebagai pemburu ikan paus.

Pulau Lembata yang terletak dalam gugusan Kepulauan Solor di Propinsi Nusa Tenggara Timur ini memang layak disebut sebagai harta karun yang tersembunyi. Pemandangan alamnya berupa pesisir pantai, perbukitan, dan gunung berapi sangat menawan serta belum terjamah arus modernisasi.

Tradisi dan budaya yang telah berusia ratusan tahun masih terjaga baik. Sebut saja, upacara ritual Sora utan dan Pesta kacang masih rutin diselenggarakan di Lewohala, yang terletak di lereng Ile Ape Lewotolok (gunung berapi Lewotolok), tempat yang juga menarik untuk hiking.

Ada juga tradisi penangkapan paus di Lamalera, yang tercatat sebagai satu-satunya di dunia yang tidak dilarang oleh organisasi penyelamat alam internasional. Tradisi yang sudah berusia ratusan tahun itu dilakukan oleh para lamafa (nelayan pemberani) dengan hanya menggunakan peralatan sangat sederhana.

Aksi itu sangat dinanti wisatawan domestik maupun mancanegara, serta fotografer profesional. Kerajinan tenun Pulau Lembata juga sangat menarik dijadikan buah tangan. Keramahan penduduk setempat juga menjadi modal berharga untuk menjadikan pulau ini sebagai destinasi wisata favorit di wilayah Indonesia Timur.

Faktanya, keindahan alam dan budaya setempat belum mampu mengangkat taraf hidup masyarakat setempat. Dari data lembaga internasional, PLAN, yang bergerak di bidang perlindungan dan kesejahteraan anak, pendapatan rata-rata warga Lembata hanya US$ 320 atau sekitar Rp 4,3 juta setahun. Per bulan, pendapatan masyarakat di sana hanya Rp 356.000 atau Rp 11.800 per hari.

Bank Dunia mendefinisikan kemiskinan absolut adalah orang yang hidup dengan pendapatan di bawah US$ 1 per hari. Inilah yang mendorong wisatawan Festival Adventure Indonesia yang berkunjung ke Lembata pada 24-28 September 2014 lalu untuk membentuk KOPIT. Pameran foto bertajuk “Lembata-Hidden Treasure” pun digelar untuk menggalang dana bantuan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)