Kota - kota di Asia-Afrika Menuju Smart City

Konferensi Pers Asia Afrika Smart City Summit 2015 di Bandung. Prof. Dr. Suhono H. Supangkat, General Chairman AASCS 2015 (Kiri), Ridwan Kamil, Walikota Bandung (Tengah), dan Aos W. Bintang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bandung (Kanan) (Ki-ka) Prof. Dr. Suhono H. Supangkat, General Chairman AASCS 2015 , Ridwan Kamil, Walikota Bandung  dan Aos W. Bintang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bandung

Permasalahan kota harus diperhatikan secara serius. Terlihat bahwa populasi penduduk dunia terus meningkat. Saat ini 30 persen penduduk dari total penduduk dunia berada di negara-negara Asia Afrika yang notebene negara berkembang.

Berbagai permasalahan lain pun muncul seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, diantaranya persoalan lingkungan, pemukiman, energi, air dan sanitasi, kemiskinan, transportasi, dan lain sebagainya.

Berangkat dari urgensi tersebut, Asia Africa Smart City Summit (AASCS) 2015 dilaksanakan untuk pertama kalinya. Acara yang berlangsung pada 22-23 April 2015 di Hotel Trans Luxury Bandung ini diinisiasi oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil. “AASCS ini menjadi tonggak Kota Bandung tetap menjadi simbol Konferensi Asia-Afrika (KAA),” kata Walikota Bandung yang akrab disapa Kang Emil ini.

AASCS akan dihadiri oleh 24 perwakilan pemerintah tingkat kota di negara-negara Asia dan Afrika , akademisi, dan pelaku industri. Beberapa di antaranya antara lain Walikota Victoria Seychelles, Jacqualine Moustache-Belle, Walikota Palestina  Majed JA Abdulfattah, Director for Energy Conservation,  Marije Hutapea, 5 walikota dalam negeri, dan lain-lain.

Hal senada diungkapkan oleh General Chairman AASCS 2015, Prof. Dr. Suhono H. Supangkat. “Pada tahun 1955 pertama kali KAA dilaksanakan di Bandung, para perwakilan negara bertujuan untuk menyelesaikan persoalan neokolonialisme. Tapi KAA 2015 ini, paradigmanya bergeser ke arah urbanisme yang menyebabkan ketidaknyamanan. Asia Afrika Smart City Summit ini hadir untuk mencerdaskan komunitas Asia Afrika,” paparnya saat konferensi pers AASCS di Bandung.

Smart City merupakan konsep pembangunan kota dengan basis teknologi. Sebagai pilot project, Kota Bandung sudah mulai melakukan pembangunan sistem yang diberi nama Bandung Command Center, yaitu sebuah pusat yang ditujukan untuk melakukan pengawasan realtime kota yang memiliki sebutan Kota Kembang ini. Selain itu dilakukan pelantikan Dewan Pengembangan Kota Cerdas yang bertugas untuk mengarahkan dan memantau rencana pengembangan menuju Bandung Kota Cerdas.

AASCS 2015 diadakan bukan saja untuk memperingati 60 tahun KAA, tapi lebih diutamakan sebagai upaya mencari solusi untuk mengatasi permasalahan di kota. Kota-kota di Asia-Afrika akan melakukan kolaborasi, berbagi pengalaman, dan belajar satu sama lain untuk memecahkan masalah regional dan meningkatkan kerjas ama untuk mengembangkan kehidupan yang lebih cerdas di kota-kota kedua benua tersebut. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)