Astra Otoparts Segera Kembangkan Pasar Replacement

PT Astra Otoparts Tbk. rajin mengucurkan dana untuk divisi Riset dan Pengembangan. Setiap tahun, perseroan menggelontorkan investasi sebesar Rp 50 miliar. Presiden Direktur Astra Otopart, Hamdani Dzulkarnaen Salim, mengatakan, jumlah total investasi perseroan itu untuk mencapai Rp 200 miliar selama mengembangkan Divisi Riset dan Pengembangan selama tahun 2012-2015.

Pasar otomotif di Tanah Air yang lesu membuat perseroan memasang kuda-kuda untuk menghadapi dinamika bisnis di masa mendatang. “Kami melatih 200 engineer di divisi ini. Hasilnya bermacam-macam, salah satunya kursi untuk mobil Isuzu,” kata Hamdani di Jakarta. Dia mengatakan ke depannya perseroan ingin memperbesar komposisi pasar replacement market (suku cadang pengganti). Sejauh ini, Astra Otoparts dikenal sebagai pemain utama untuk pasar original equipment manufacture (OEM). Segmen pasarnya adalah pabrikan mobil di Indonesia dan luar negeri.

Perseroan semakin memantapkan diri menggarap pasar replacement market. Indikasi ini terlihat dari meningkatnya kontribusi replacement market di kuartal III 2015, yang naik menjadi 41,6% dari 37% di kuartal III tahun lalu. Sedangkan porsi OEM menyusut ke 48% dari 54,2%. Sisanya ekspor sebesar 10,3%. Angka ekspor itu naik dari 8,8% di periode yang sama tahun lalu. “Kami juga bermitra dengan pemain suku cadang kelas dunia,” kata Hamdani.

AUTO

Pada semester I tahun ini mengumumkan kemitraan dengan Pirelli, produsen ban asal Italia. Perseroan menjadi distributor resmi ban Pirelli. Selain itu, perusahaan di Juni tahun ini juga mengakuisi perusahaan PT SKF Indonesia senilai Rp 67,1 miliar dengan menambah kepemilikan 25,8%. Aksi korporasi ini menambah persentase kepemilikan Astra Otoparts atas perusahaan asal Swedia itu naik menjadi 40% dari 14,2%. SKF Indonesia memiliki kegiatan usaha untuk memproduksi bantalan peluru atau bearing kendaraan roda dua maupun roda empat. Astra Otoparts bakal mengembangkan bisnis bearing untuk pasar domestik dan luar negeri

Perseroan di tahun ini cukup banyak menandatangani kesepakatan joint venture. Contonya perusahaan patungan Astra Juoku Indonesia yang memproduksi komponen penyusu lampu kendaraan. Sedangkan di Juli 2015, kata Hamdani, perseroan sudah meneken kerjasama joint venture bersama Bridgestone Corporation Jepang. Perusahaan patungan itu diberi nama Bridgestone Astra Indonesia. “Pabrik ini memproduksi komponen anti vibration,” ucapnya. Adapun, Astra Otoparts pada 2016 mengganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 637,5 miliar. Hamdhani mengatakan pihaknya di tahun depan mengedapnkan prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi seperti yang dilakukan ditahun ini. "Tahun ini dan tahun depan kita akan lebih hati-hati.Tapi kita tetap akan liat peluang yang ada, kita juga tetap pertimbangkan joint venture tapi tergantung situasinya," imbuhnya. (***)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)