Awali Tahun 2017, CGV Blitz Lakukan Rebranding

Mengawali tahun 2017, CGV Blitz resmi berubah menjadi CGV. Tujuan dari rebranding ini untuk memperkuat identitas perusahaan dan mengaktualisasi konsolidasi antara PT Graha Layar Prima Tbk, dan CJ CGV. Selain itu, perubahan nama ini juga memanfaatkan merek CGV yang sudah dikenal baik secara global. CGV beroperasi di beberapa negara seperti Korea Selatan, Cina, Vietnam, Myanmar, Turki, dan Amerika Serikat.

Selain aktivitas rebranding, CG akan membuka lebih banyak cinema. Saat ini sudah ada 27 bioskop dan 185 layar yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Karawang, Bekasi, Bandung, Batam, Yogyakarta, Surabaya, Mojokerto, Cirebon, Plemabnag, Medan, dan Manado. Di tahun lalu CGV berhasil meraih lebih dari 10 juta penonton. Naik 3 juta penonton dibandingkan di tahun 2015. Memiliki visi evolving beyond movies, CGV memperkenalkan konsep cultureplex, yaitu menjadikan bioskop tidak hanya sekedar menonton film tapi tempat berkumpul, pesta, melakukan pertunjukkan dan lain-lain.

CGV menawarkan teknologi canggih ke dalam bioskop untuk memanjakan penonton seperti 4DX, Screen X, Sphere X, dan Starium. Selian itu, CGV juga menghadirkan teater premium seperti Velvet+, Gold Class, dan Sweetbox. “Konsep cultureplex kami usung agar penonton tidak hanya menonton, tetapi juga merasakan hal-hal yang baru. Untuk itu kami membawa teknologi canggih ke dalam teater. Dan kedepan kami akan berikan kejutan teknologi-teknologi baru di CGV Indonesia,” Ujar Jung Jae Lee, Strategic Manager CGV Cinema Indonesia.

Hingga tahun 2020, CGV berambisi menjadi no 1 Cultureplex di Indonesia dan membuka lebih dari 100 bioskop baru di seluruh Indonesia.

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)