Bandung Bergerak Bersama Mengamankan Air Bersih

Dengan semangat gotong royong, pemerintah kota Bandung, PDAM, budayawan, LSM dan masyarakat akan bergerak bersama mengampanyekan tekad peduli air di hari Minggu (24/11) di Lapangan Pulosari, Bandung. Perayaan ini diselenggarakan dalam satu rangkaian kegiatan Sarasehan dan Dialog Budaya Bandung yang mengambil tema “Menggali Kembali Fungsi Walungan, Jalan Cai Wadah Cai.”

Berbagai elemen masyarakat tersebut menyuarakan kepedulian menyoal tantangan ketersediaan air baku di wilayah Bandung. Salah satu alternatif utama penyediaan air baku di kota Bandung adalah sungai. Sementara sungai-sungai di Bandung termasuk dalam hal ini Cikapundung menjadi tempat pembuangan air limbah dan sampah yang berasal dari permukiman dan industri di sepanjang sungai. Mari kita kembalikan fungsinya, sungai kita sebagai wadah air yang kita konsumsi sehari-hari.

Ki-ka: Muhammad Farhan (moderator), Aat Suratin (Budayawan), Tisna Sanjaya (Budayawan) dan H. Ridwan Kamil (Walikota Bandung). Ki-ka: Muhammad Farhan (moderator), Aat Suratin (Budayawan), Tisna Sanjaya (Budayawan) dan H. Ridwan Kamil (Walikota Bandung).

Direktur Air Minum PDAM Tirtawening Bandung, Ir .H. Tardan Setiawan, menambahkan, ketersediaan air baku di Bandung menurun, baik secara kuantitas maupun penurunan kualitas. “Ini karena situasi alam, perubahan iklim dan terutamanya perilaku manusia sendiri yang mencemari kelestarian sumber air baku,” kata Tardan.

Menyadari pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas air sungai di kota Bandung, elemen-elemen masyarakat menyadari pentingnya aksi bersama. “Tidak bisa sendiri-sendiri lagi, perlu satu gerakan perubahan untuk masa depan Bandung yang lebih baik, dalam hal ini upaya menyelamatkan air minum Bandung,” jelas Dodit Ardian Pancapana, Kepala Bidang Perumahan Distarcip Pojka AMPL Kota Bandung,

Perhatian utama dalam kegiatan ini adalah ajakan bagi seluruh warga Bandung untuk ikut memelihara sungai sebagai bagian dari upaya mengamankan air minum. “Perubahan perilaku sanitasi, baik warga dan industri dari hulu sampai hilir adalah kunci air minum sehat dan aman,” papar Ir. Muhammad Satori, MT , Ketua Forum Gemricik.

Di tingkat pusat, upaya penanganan pengamanan air dilakukan salah satunya melalui kerjasama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melalui Pokja AMPL Nasional, bersama Waspola Facility dan Pokja AMPL Kota Bandung dalam program uji coba Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) di kota Bandung. Kegiatan Sarasehan dan Dialog Budaya Bandung diluncurkan sebagai salah satu kegiatan kampanye publik dan penyadaran masyarakat yang menjadi rangkaian program RPAM di Bandung.

Program RPAM merupakan program pengamanan pasokan air minum yang meliputi penanganan di sumber air sampai dengan keran air di setiap rumah tangga. Sasaran RPAM adalah memastikan kualitas, kuantitas, kontinyuitas dan keterjangkauan air minum untuk masyarakat. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)