Bank DKI Ajukan Tambahan Modal Rp 1 Triliun

Bank DKI Jakarta mengajukan tambahan penyertaan modal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2016 sebesar Rp 1 triliun. Tambahan modal tersebut akan digunakan untuk memperkuat posisi Bank DKI yang ingin mengembangkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi menjelaskan pembiayaan sektor UMKM merupakan bisnis utama Bank DKI. "Kami juga akan bersinergi dengan PD Pasar Jaya untuk menggerakkan sektor usaha kecil ini," kata dia di Kebon Sirih, Senin, 14 September 2015.

Bank DKI

Selain pembiayaan sektor UMKM, Kresno menjelaskan, Bank DKI akan menyempurnakan teknologi pembayaran. Program ini berhubungan dengan upaya mewujudkan 'cashless society' seperti penggunaan Kartu Jakarta Pintar dan pajak online. "Kami juga berniat masuk ke sektor pembiayaan infrastruktur dalam rangka Asian Games," Kresno menjelaskan.

Akan tetapi, Ketua Fraksi NasDem Bestari Barus justru menyoroti jumlah kredit macet yang saat ini masih dialami Bank DKI. Nilainya mencapai Rp 1,7 triliun. "Alangkah baiknya nilai kredit ini bisa diselesaikan karena jumlahnya sangat besar," kata Bestari.

Direktur Keuangan Bank DKI Sigit Prastowo mengatakan bakal menekan kredit macet di akhir tahun hingga Rp 1,3 triliun. Dia berharap bisa menyelesaikan kredit macet sebesar Rp 300-400 miliar dengan melelang agunan kreditor. "Tantangan kami ialah menghadapi upaya hukum terhadap aset yang diagunkan sehingga investor ragu membeli aset itu," ujar Sigit.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)