BE Manager Senior, Andalan Perusahaan Ritel

Untuk memperkecil risiko kerugian, perusahaan ritel grosir di Indonesia hanya mempekerjakan muka-muka lama untuk menjalankan tanggung jawab sebagai bisnis ekspansi manajer (BE Manager). Kebanyakan dari perusahaan kurang memberi ruang untuk orang-orang baru dan lebih memillih orang yang belasan tahun bekerja di jabatan dan industri yang sama. Mengapa?

Gerai Carrefour

Jabatan sebagai BE Manager merupakan ujung tombak bisnis perusahaan ritel grosir. Tugas mereka adalah membuka dan menambah gerai sebanyak mungkin. Jika gerai tidak bertambah, omset perusahaan tidak akan berkembang signifikan.

“Perusahaan biasanya tidak mau menanggung risiko. Lewat cara itulah mereka meminimalisir kerugian. Bayangkan saja, untuk membuka satu gerai biasanya dibutuhkan dana 5 juta Euro. Nah, jika mereka mempekerjakan orang yang tidak tepat, mereka akan mengalami kerugian besar,” papar Santos Thenu, BE General Manager Carrefour Indonesia. Untuk itu, menurutnya, perusahaan menginginkan orang yang telah terlatih di lapangan dan mengerti pasar.

Menjabat sebagai BE GM bukanlah perkara mudah. Misalnya, Santos dituntut untuk bisa mempelajari dan menganalisa new market opportunity dengan mengindahkan pasar tradisional yang ada untuk memungkinkan menghadirkan gerai baru Carrefour. Proses pembukaan gerai cukup panjang. Mulai dari pre-study, market dan business opportunity, ia dan tim harus mempresentasikan ke board of directors pusat. “Jadi, saya bertanggangung jawab dengan internal partners atas master plan dari konsep, negosiasi, pengembangan dan pembukaan gerai baru Carrefour Indonesia,” tandanya.

Tiang jabatan ini menurut Santos adalah real estate. Artinya, kemampuan yang paling dibutuhkan untuk mengisi posisi sebagai BE adalah pengetahuan di bidang properti. Bukan hanya kemampuan menganalisa pasar, tetapi kepandaian negosiasi juga sangat dibutuhkan. Untuk itu, menjadi BE merupakan hal tidak mudah karena mesti mengawinkan hard skill dan soft skillyang matang. Mereka harus mengerti tentang dunia properti, legal properti, keuangan, serta negosiasi.

“Semakin derasnya arus investasi asing yang masuk membuat posisi ini semakin banyak dicari. Jika dulu jabatan ini dianggap tidak terlalu penting, namun sekarang ini cukup diperhitungkan. Ibaratnya seperti tulang punggung perusahaan-perusahaan ritel. Tidak heran jika talenta-talenta di posisi ini sangat sedikit dan hanya berputar pada perusahaan-perusahaan itu saja. Pasokan talenta masih sangat kurang sementara permintaan cukup banyak,” Santos menjelaskan.

Santos mengklaim, hingga kini gerai Carrefour sudah berjumlah 84 outlet yang tersebar di 17 lokasi di seluruh Indonesia. Tidak ada satupun gerai yang di tutup di tengah jalan. Proses pencarian lokasi hingga pembukaan gerai hanya berlangsung satu tahun. (EVA)

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)