Berguru pada CEO Top, Tatang Widjaja

Terpilih sebagai salah satu CEO terbaik versi SWA, ternyata tak membuat Tatang Widjaja terlena. Presiden Direktur merangkap CEO PT Asuransi Jiwa Sequis Life ini justru merasa tercambuk untuk bekerja jauh lebih baik.

“Karena ketika dinobatkan menjadi yang terbaik, you selalu ingin jadi terbaik, you ingin di atas yang lainnya,” ujar Tatang dengan gaya khasnya. Menurutnya, ketika kita sudah mencapai kesuksesan justru jangan santai Baginya, sukses hari ini adalah bekerja keras untuk sukses yang akan datang.

Pria yang mengawali karir di asuransi 19 tahun lalu ini ingin memberi inspirasi pada anggota tim Sequis Life. Ia ingin setiap orang yakin bahwa mereka punya kesempatan jadi yang terbaik.

Kedua anak Tatang pun mendapat suntikan motivasi dengan penobatan itu. Mereka ingin seperti ayahnya kelak, menjadi yang terbaik. Mendukung keinginan positif anaknya, Tatang mengajarkan untuk tetap konsisten dan bekerja lebih keras dari yang lainnya. “Nggak mungkin bisa sukses tanpa go the extra mile (kerja keras) dan fokus!”

Kepada karyawannya, Tatang selalu membimbing agar mampu beradaptasi. Selain itu ia pun mengarahkan bahwa ketika menghadapi masalah, bukan mencari masalah tersebut melainkan solusinya. Tatang menyebutnya adaptive to change, adaptif untuk melakukan perubahan. Ia selalu meminta timnya untuk melakukan transformasi berkelanjutan. Transformasi yang dimaksud adalah transformasi mindset, perbesar kapasitas kerja, pertajam ketrampilan dan kompetensi, serta tambah pengetahuan.

“Transformasi bukan proses yang membuat kita lebih cepat, tapi membuat sebuah ritme,” jelasnya. Setelah mendapat ritme, lanjut Tatang, baru ritme itulah yang kemudian dipercepat.

“Jadi ketika kita bicara tentang transformasi, kita bicara tentang bagaimana membuat ritme. Jadi di sini yang kita bentuk adalah kebiasaan,” ujar Tatang pada reporter SWA Rabu 4 April 2012.

Tatang menambahkan bahwa fokus transformasi adalah sustainable effort, usaha berkelanjutan. Ia tidak menyarankan untuk serakah, selalu ingin yang lebih besar, karena keserakahan itulah yang bisa membuat seseorang jatuh.

Ditanya tentang perubahan yang harus dilakukan orang biasa untuk jadi luar biasa, penggemar tokoh Sun Tzu dan Lao Tse ini punya tiga jurus. Jurus pertamanya adalah pengetahuan yang cukup dan terus belajar. Dari buku teks seseorang belajar kemudian ketika turun ke lapangan evaluasi diri. Dari situ diharapkan kita tahu kelebihan dan kekurangan yang perlu diperbaiki. Jurus kedua Tatang adalah mempertajam ketrampilan, kemudian miliki kemampuan berkomunikasi dan negosiasi.

“Di setiap bisnis, negosiasi yang utama. I have to be in their shoes!” tegasnya. Dalam menyikapi suatu permasalahan harus memperhatikan sudut pandang orang lain. Selain itu dengan kemampuan komunikasi, seseorang akan mempunyai percaya diri.

“Jadi visi-misi yang ada di otak bisa dikumandangkan dan diimplementasikan,” pungkas Tatang.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)