Berkat Rambut, Bio Takara Mendunia

Rambut ternyata punya potensi bisnis yang sangat menguntungkan. Tak hanya untuk pasar domestik, tapi juga untuk ekspor. PT Bio Takara telah membuktikannya sejak tahun 2009.

Perusahaan asal Purbalingga tersebut kini telah mengekspor rambut produksinya seperti bulu mata palsu, wig, dan rambut palsu laki-laki ke 22 negara di lima benua sejak 2010 lalu dengan bantuan 55 orang karyawan. Dari total produksi, hanya 10% yang dipasarkan di dalam negeri.

“Kami juga ekspor ke Amerika, sekitar 50% (dari total ekspor) karena di sana pusatnya penjualan bulu mata,” kata Supriyanti, General Manager PT Bio Takara.

Sejak lama, Purbalingga memang kesohor dengan rambut palsunya. Banyak rumah warganya yang disulap menjadi tempat usaha pembuatan asesoris kecantikan, mulai dari wig hingga bulu mata palsu.

Dari lebih dari 50 perusahaan sejenis, lanjut dia, hanya Bio Takara yang telah memiliki sertifikat ISO. Inilah keunggulan perseroan yang menjadi nilai tambah saat memasarkan produk di pasar internasional.

“Kami juga selalu melakukan inovasi serta selalu menjaga kualitas. Ini yang kami utamakan sehingga pelanggan percaya,” katanya.

kantor bio takara

Namun, perseroan masih terkendala kapasitas produksi yang belum optimal karena minimnya sumber daya manusia. Permintaan tinggi belum bisa diimbangi dengan kapasitas produksi yang rendah.

Perusahaan harus cermat dalam menerima setiap permintaan yang masuk. Jika sembarangan diterima, barang yang dihasilkan bisa jadi tidak berkualitas. Sehingga, pelanggan tidak lagi percaya.

“Kami juga ada fasilitas bangunan yang membuat karyawan nyaman. Standar tinggi sehingga saat buyer riset tidak kecewa,” katanya.

Sejauh ini, lanjut dia, pelanggan merasa nyaman dan melayangkan repeat order dengan jumlah yang jauh lebih besar. Kami juga rutin menjalin komunikasi dengan pelanggan terkait barang yang sudah dikirim.

“Kami selalu melakukan inovasi contohnya ada bulu mata warna warni, ada juga yang berlapis dan masih banyak lainnya. Dengan begitu, pelanggan senang,” katanya.

Kreatifitas dan inovasi lahir dari divisi riset dan pengembangan produk. Divisi tersebut secara rutin diperkuat dari segi sumber daya manusia, teknologi, maupun desain.

Untuk meningkatkan penjualan, perseroan juga rutin mengikuti pameran di banyak negara, seperti Thailand dan Abu Dhabi. Dengan begitu, peluang bertemu dengan pelanggan baru untuk promosi produk semakin besar.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk diberikan tempat pameran baik di dalam maupun luar negeri,” katanya. (Reportase: Sri Niken Handayani)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)