BII Rombak Direksi dan Komisarisnya

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Internasional Indonesia Tbk. (BII) hari ini menyetujui penunjukan Presiden Direktur baru dan perubahan komposisi Dewan Komisaris.

_MG_9864RUPSLB menyetujui pengangkatan Taswin Zakaria sebagai Presiden Direktur baru BII dan Datuk Abdul Farid Alias sebagai Komisaris BII.  Penunjukan ini akan efektif setelah mendapat persetujuan dari regulator terkait di Indonesia.

Disamping itu, RUPSLB juga menyetujui pengunduran diri Dato’ Sri Abdul Wahid Omar selaku Komisaris, Dato’ Khairussaleh Ramli sebagai Presiden Direktur, dan Rita Mirasari sebagai Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan.  Pengangkatan Ani Pangestu, yang saat ini Direktur Sumber Daya Manusia, menjadi Pejabat Sementara Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan juga disetujui RUPSLB.

“Baik Taswin maupun Datuk Farid bukanlah orang asing bagi BII.  Sebagai anggota Dewan Komisaris BII selama sembilan tahun, Taswin memiliki pengetahuan yang mendalam tentang operasional BII.  Pengetahuannya yang luas tentang iklim bisnis di Indonesia dan pengalamannya di sektor jasa keuangan membuatnya memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk memimpin perjalanan transformasi BII. Demikian juga dengan President and CEO Maybank Group, Datuk Farid yang telah bekerja sama dengan Manajemen BII.  Pengangkatan Datuk Farid sebagai Komisaris mencerminkan komitmen kuat Grup Maybank dalam mendukung pertumbuhan bisnis Bank dan pembangunan ekonomi Indonesia,” kata Presiden Komisaris BII Tan Sri Megat Zaharuddin Megat Mohd Nor.

Taswin Zakaria, warga negara Indonesia, Komisaris Independen BII sejak 2003.  Dia juga Komisaris Independen pada PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (anak perusahaan dari SATS Singapore), jabatan yang dipegangnya sejak 2005.

Taswin Zakaria sebelumnya menjabat Presiden Direktur PT Indonesia Infrastructure Finance pada periode 2010 dan 2011.  Sebelum menjadi anggota Dewan Komisaris BII, Taswin Zakaria menjabat Direktur Barclays Bank Plc untuk Indonesia dan Kepala Regional Asia pada Alternate Capital Market/Islamic Finance.  Dia juga menjabat Vice President Deutsche Bank AG Jakarta dan Kepala Divisi Debt Capital Market dan Liability Risk Management.

Taswin memulai karir perbankannya di Citibank NA Jakarta sebagai Kepala Divisi Corporate Restructuring dan Project Finance.  Gelar Sarjana Akuntansi diperolehnya dengan predikat Cum Laude dari The Ohio State University pada 1991.

Sementara Datuk Abdul Farid Alias, warga negara Malaysia yang memulai karirnya di Grup Maybank di Aseambanker pada 1992 setelah lulus dari Pennsylvania State University, Amerika 1991 dengan gelar sarjana akuntansi, dan mendapatkan gelar MBA di bidang Financial dari University of Denver, Amerika pada 1991.

Dia juga telah menyelesaikan program Harvard Business School’s Advanced Management pada awal tahun ini.  Kemudian memperluas karirnya di investment banking dan capital market di lembaga multinasional seperti Schroders dan JP Morgan, serta Malaysian International Merchant Bankers dan Khazanah Nasional Berhad, dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Investasi dari 2005 hingga 2008.

Sewaktu di Khazanah Nasional Berhad, dia menjabat di beberapa perusahaan publik seperti PLUS Expressway Berhad, UEM World Berhad, dan UEM Builders Berhad. Sejak bergabung dengan Maybank pada 1 Januari 2009, menjabat Head of International Business dan kemudian menjadi Wakil Presiden dan Head, Global Banking (sebelumnya dikenal sebagai Global Wholesale Banking).

Dalam perannya yang terakhir, dia bertanggung jawab dalam memimpin inisiatif regionalisasi Grup di investment banking, corporate banking, transaction banking dan global markets, yang juga merangkap asset management business. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)