Bila Bersatu, BUMN Sanggup Bangun Infrastruktur

Gatot M Suwondo, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Gatot M. Suwondo, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sanggup membangun infrastruktur di Indonesia. Caranya, para BUMN ini harus berkumpul dan berbagi tugas.

“Kenapa (BUMN) nggak duduk sama-sama, tapi harus ada konduktor untuk bagaimana jalannya bisa jadi,” terang Gatot, di sela-sela acara Indonesia Infrastructure Outlook 2013, di Jakarta, Selasa (18/12/2012).

Bidang usaha BUMN memang bervariasi, yakni mulai dari penerbangan, konstruksi, minyak dan gas, hingga perbankan. Bila ada yang menggerakkan perusahaan-perusahaan nasional ini untuk bisa berkumpul, maka BUMN bisa bersinergi untuk membantu pembangunan infrastruktur nasional.

Gatot pun menyebutkan, di sektor perbankan, pemerintah mempunyai empat bank, yakni BNI, BRI, Mandiri, dan BTN. Jika digabungkan aset keempat bank BUMN ini, maka porsinya mencapai 40 persen dari total industri perbankan. Dengan begitu, dia menegaskan, tidak diperlukan lagi adanya bank infrastruktur. Apalagi, kata dia, rasio kredit terhadap simpanan (LDR) dari kebanyakan bank BUMN ini masih di bawah 80 persen. BNI sendiri, terangnya, terus berusaha membantu pembangunan infrastruktur. Hal ini bisa dilihat dari realisasi penyaluran kredit bank untuk infrastruktur. "Sudah gede kita. Untuk listrik saja sudah sampai Rp 10 triliun. Ada jalan, segala macam,  ya overall sampai Rp 30-40 triliun," sambungnya.

Ditambahkan Gatot, biaya pembangunan infrastruktur pun bisa lebih efisien bila BUMN bergabung. “Nah, kalau itu (BUMN) bisa disinergikan, dan perlu konduktor, cost-nya bisa tekan,” tandasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)