Bina Marga Siap Muluskan Ekonomi Indonesia Lewat Infrastruktur

Salah satu kendala utama dalam pergerakan ekonomi di Indonesia yang sering dikeluhkan adalah biaya logistik yang membengkak mencapai 24,6% dari Product Domestic Brutto (PDB). Untuk mengantisipasi hal tersebut, cara yang bisa ditempuh dengan pembangunan infrastruktur. Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) lewat Direktorat Jenderal Bina Marga terus menggenjot pembangunan di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan berdiskusi mengenai infrastruktur untuk negeri bersama forum Pimred Jakarta (8/1/2016) Bina Marga membeberkan hasil kinerjanya selama tahun 2015. Di antaranya pembangunan 2 jembatan Tayan di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat dengan panjang jembatan 1.420 m.

Proses pengerjaan jembatan Tayan di Kalimantan Proses pengerjaan jembatan Tayan di Kabupaten Senggau, Kalimantan Barat

“Jembatan Soekarno di Kota Manado sepanjang 1.127, jembatan Kutai Kartanegara dan jembatan Dompak juga sudah siap dioperasikan,” terang Hediyanto dari Direktorat Jenderal Bina Marga di depan forum Pimred di kantor KPUPR.

Sedangkan jembatan yang akan dibangun dan sedang masuk dalam proses pembahasan adalah jembatan Pulau Balang, Kalimantan Selatan, jembatan Holtekamp Papua, jembatan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara dan Jembatan Sei Dareh, Sumatera Barat.

Menurut Hediyanti, Bina Marga memfasilitasi daerah provinsi, kabupaten dan kota dalam melakukan penanganan jalan daerah menuju kemantapan 75% jalan provinsi dan 65% jalan kabupaten/kota sesuai dengan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019. Fasilitas tersebut bersumber dari program pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan program hibah.

Hingga sekarang, pembangunan jalan di daerah perbatasan juga terus dikejar. seperi jalan perbatasan Kalimantan yang meliputi kegiatan pelebaran jalan Putussibau – Tanjung Kerja, Jalan Rasau, Kab. Kapuas Hulu/Sintang dan kegiatan penanganan jalan sp.3 Apas Simanggaris - Sei ular Nunukan.

Sedangkan untuk jalan tol, Bina Marga menargetkan pada periode tahun 2015-2019, pelaksanaan konstruksi jalan tol direncanakan sepanjang 1.338,43 km dan rencana jalan tol yang dapat beroperasi sepanjang 1.071,25 km. Di antara jalan tol yang sudah bisa dirasakan oleh publik adalah jalan tol Cikopo-Palimanan, Jawa Barat dengan panjang 116,754 km.

“Beberapa jalan tol yang sedang dalam tahap pembangunan kami targetkan pada musim Lebaran 2016 sudah siap dioperasikan. Seperti Tol Pejagan-Pemalang sepanjang 26.90 km, Surabaya-Mojokerto 18,50 km, tok Kertosono-Mojokerto 4,43 km dan Gempol-Pasuruan 18,90 km,” jelas Hediyanto.

Adapun sebaran jumlah paket di 2016 sebanyak 858 paket dengan nilai kurang dari RP 10 miliar, jumlah paket senilai antara RP 10-50 miliar sebanyak 518 paket dan yang di bawah nilai Rp 50 miliar sebanyak 154 paket. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)