Bio Farma Pelopori Vaksin Ramah Lingkungan

PT Bio Farma (Persero) terus melakukan inovasi produk vaksin untuk tetap bertahan sebagai pemain utama di industri farmasi nasional. Salah satunya adalah mengembangkan produk vaksin ramah lingkungan. Direktur Utama Bio Farma Iskandar mengatakan, untuk menjadi perusahaan farmasi terkemuka, dari sisi internal Bio Farma melakukan improvement dan inovasi, khususnya terkait strategi penerapan proses produksi yang ramah lingkungan (green process) dan penciptaaan produk ramah lingkungan (green product). "Salah satu hasil inovasi adalah produk vaksin ramah lingkungan, Pentabio (5 in one) atau lima jenis vaksin dalam satu kemasan berupa Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, dan Hib," katanya.

Karena vaksin merupakan produk yang ketat dan high regulated, lanjut dia, perusahaan pelat merah itu pun sangat ketat dalam menjaga kualitas produk dengan memenuhi persyaratan standar nasional dan internasional. "Berkaitan dengan mutu untuk fasilitas, proses produksi, dan produk, pemenuhan regulasi nasional dan internasional menjadi sangat penting, sehingga produk kami sangat terjaga keamanannya," ujarnya.

Dirut Bio Farma (Persero) Iskandar Dirut Bio Farma (Persero) Iskandar

Melalui perbaikan dan inovasi tersebut, BUMN Farmasi terbesar di Indonesia itu berulang kali menempati posisi pertama dalam suvei perusahaan farmasi terbaik yang digelar Majalah SWA. Pada 2013, Bio Farma masuk ranking pertama Indonesia Most Reputable Healthcare 2013 dari survei Majalah SWA yang bersinergi dengan Metro TV & Onbee Marketing. "Kalau tahun ini kami dipercaya kembali masuk kategori dengan nilai tinggi, tentu kami sangat bangga. Survei semacam itu memang sangat bermanfaat bagi kemajuan industri farmasi," ungkap dia.

Dalam lima tahun terakhir, Bio Farma telah menerapkan strategi brand equity, customer loyalty, dan customer experience dalam menjalankan bisnisnya. Dalam strategi brand equity, Bio Farma fokus pada pengembangan produk vaksin baru, peningkatan kapasitas produksi, peningkatan kemampuan sumber daya manusia, terutama tim riset agar bisa menciptakan vaksin-vaksin baru untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri dan pasar ekspor. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan langsung manfaat produk itu.

Untuk menciptakan costumer loyalty, Bio Farma melakukan kampanye “Vaksin Indonesia untuk Dunia” yang terus-menerus dikomunikasikan di tingkat ritel (below the line) maupun media (above the line), termasuk dalam platform sosial media. Bio Farma mengharapkan masyarakat Indonesia lebih sadar bahwa vaksin produksi dalam negeri memiliki kualitas tinggi karena telah memenuhi kualifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan dipercaya memenuhi kebutuhan vaksin di lebih dari 130 negara. "Bio Farma adalah satu dari dari 23 produsen vaksin dunia yang telah mendapatkan prakualifikasi WHO dan lolos dari sertifikasi itu bukan hal mudah," kata dia.

Terkait pembentukan customer experience, Bio Farma memilki program access to medicine and healthcare. Kegiatan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan dan pengobatan itu antara lain berupa pengobatan gratis dan vaksinasi gratis (Vaksin Influenza, Vaksin Hepatitis B), pemberian vaksin juga secara rutin dilakukan setahun sekali bagi seluruh rekan-rekan media pada even media gathering korporat. "Tak hanya di dalam negeri, untuk customer experience ini kami berikan juga berupa filantropi vaksin di luar negeri, donasi berupa vaksin diberikan gratis ke beberapa di negara di Asia dan Afrika melalui UNICEF," ujarnya. (Reportase: Syukron Ali)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)