Bisnis Citilink Diproyeksikan Akan Lebih Besar dari Garuda

Ilustrasi pesawat Citilink (Foto: Antara/HO).
Ilustrasi pesawat Citilink (Foto: Antara/HO).

Bisnis maskapai penerbangan Citilink diproyeksikan lebih besar daripada induk usahanya, yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Citilink bakal mencaplok sejumlah rute penerbangan Garuda.

“Nanti kalau berhasil restrukturisasi utang (Garuda), bisnis Citilink akan lebih besar. Kita akan masuk ke rute-rute (Garuda) karena selama ini LCC (low cost carrier airlines) carrier-nya lebih tinggi,” ujar Kartika alias Tiko saat ditemui di Depo LRT Jabodebek, Kalimalang, Bekasi, Rabu, 10 November 2021.

Tiko menuturkan bisnis maskapai berbiaya murah memiliki potensi pasar lebih besar untuk segmen penerbangan dalam negeri. LCC menjangkau semua kelas penumpang, seperti penumpang kelas ekonomi menengah ke bawah hingga menengah ke atas.

Porsi pasar LCC pun telah melampaui maskapai full service. Merujuk pada paparan keterbukaan Garuda, pangsa pasar perseroan selama 2020 turun menjadi 35,3 persen akibat dicaplok maskapai LCC. Pada 2019, pangsa pasar rute penerbangan dalam negeri maskapai pelat merah itu masih berkisar 43,4 persen.

Adapun pada masa mendatang, Garuda Indonesia sebagai induk usaha Citilink hanya akan difokuskan untuk penerbangan rute gemuk yang menguntungkan. Misalnya, Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Denpasar.

“Rute-rute di luar itu akan dikerjain oleh Citilink,” tutur Tiko.

Garuda sebelumnya berencana memangkas 97 rutenya baik domestik maupun internasional. Maskapai ekor biru yang semula memiliki 237 rute itu secara bertahap akan mengurangi destinasi penerbangannya hingga menyisakan 140 rute.

Efisiensi rute pesawat merupakan salah satu rencana bisnis Garuda yang tercantum dalam proposal restrukturisasi perusahaan. Manajemen telah memetakan rute-rute yang tidak potensial dan merugikan perusahaan, seperti tujuan Tarakan. Selain memangkas rute, Garuda berencana mengurangi frekuensi hingga jenis pesawatnya dari semula 13 jenis menjadi hanya tujuh jenis.

Sumber: Tempo.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)