Bisnis E-Commerce di Indonesia Menjadi Backbone Ekonomi Negara

IMG00014-20141204-1133(1)Menurut Shinto Nugroho, Ketua Kebijakan Publik Indonesia E-Commerce Association (idEA), melalui berbagai macam seminar perdagangan seperti yang diprakarsai oleh idEA, dapat meningkatkan capacity building. "Apalagi teman-teman di sini, para pelaku usaha baik sekala makro atau mikro adalah backbone ekonomi Indonesia," ungkap Shinto saat memberi sambutan acara di Intercontinental Hotel MidPlaza Jakarta (4/12)

Dalam acara seminar 'E-Commerce Indonesia Menuju AFTA 2015' yang diselenggarakan oleh idEA. Disebutkan bahwa industri E- commerce di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat. Data tersebut dikutip dari riset VelaAsia, yang menyatakan pada tahun 2016, diprediksi nilai pasar bisnis lewat internet itu mencapai 25 miliar atau bertambah 3 kali lipat dari tahun 2013.

Sejalan dengan perkembangan yang signifikan tersebut, menurut Ali Akbar Hehaitu, Kepala Sub Direktorat Masyarakat Ekonomi ASEAN I, pemerintah Republik Indonesia lewat menteri perdagangan sedang mempersiapkan Peraturan Pemerintah yang bertujuan untuk memproteksi pelaku E -Commerce dan melindungi para konsumernya. Hal ini tercantum dalam UUD No.7 tahun 2014 tentang perdagangan

"Salah satu hal terpenting dalam menjaga daya saing di ASEAN Free Trade Area (AFTA) nanti adalah menjaga kepercayaan. Jadi apa yang ditawarkan dan dijual dalam website harus sesuai dengan prodak yang diterima oleh konsumen,” ungkap Ali di hadapan para peserta seminar.

Menanggapi tentang persiapan peraturan dari pemerintah tentang E-Commerce itu, Shinto menjelaskan draf yang sedang disusun oleh pemerintah saat ini dipasitkan harus memberi perlindungan yang seimbang antara pembeli dan pemain.

“Agar draft peraturan tersebut dalam berjalan, maka sebaiknya pemerintah harus melibatkan para pemain. Agar sosialisasi dan komunikasinya dapat efektif dan aplikatif,” tambah Shinto. Sebab menurut Shinto lagi, yang terjadi saat ini, banyak para pemain lokal yang hidup di Indonesia, belajar dan memulai usaha di Indonesia. Tapi berkembang dan memajukan bisnisnya di negara lain.

Diajeng Lestari, founder hijup.com mengungkapkan sembari menunggu sosialisasi dan draf peraturan dari pemerintah, ia tetap akan menjalankan bisnis penjualan aneka macam hijab tersebut lewat E-Commerce seperti yang sudah ia jalankan sejak tahun 2011.

“Orang Indonesia itu kreatif-kreatif. Pengalaman kami, dengan bahan dan fasilitas yang seadannya di Indonesia saja, negara lain sudah memuji dan menyukai prodak kami. Apalagi jika terus didukung oleh sarana yang memadai,” ungkap Diajeng. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)