Bisnis Hotel Graha Multi Utama Menggurita

Anak perusahaan PT Dyandra Media International Tbk (DMI) yang bergerak di bidang perhotelan, PT Graha Multi Utama, sedang membangun sejumlah hotel di beberapa tempat di Indonesia. Hotel-hotel tersebut ada yang berbintang tiga dan ada pula yang berjenis budget (hotel bertarif murah).

Andy Widjanarko, Direktur Utama Graha Multi Utama

Dalam acara konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham DMI, di Jakarta, Jumat (7/6/2013), Andy Widjanarko, Direktur Utama Graha Multi Utama, menjelaskan secara detail mengenai sejumlah hotel yang sedang dibangun. Dia mengatakan hotel budget dengan merek Amaris di daerah Nusa Dua, Bali, telah dibuka pada bulan Februari lalu. Hotel itu memiliki 130 kamar. “Total investasi per kamar sekitar Rp 300 juta," terang dia.

Hotel serupa sedang dibangun di daerah Pasar Minggu, Jakarta. Jumlah kamarnya lebih sedikit dibandingkan yang di Nusa Dua itu, yakni dengan 98 kamar. Namun, besaran investasinya sama, yaitu di angka Rp 300 juta per kamar.  Sehingga total investasi yang digelontorkan perusahaan mencapai Rp 30 miliar. “Diperkirakan akan buka November tahun ini,” imbuh Andy.

Selain kelas budget, perusahaan juga membangun hotel berbintang tiga dengan nama Santika. Satu hotel Santika akan dibuka di Cikarang, Jawa Barat, dan satu lagi di daerah Kelapa Gading, Jakarta. Yang di Cikarang, jumlah kamarnya ada 120, dengan investasi per kamar mencapai Rp 500 juta. Maka total investasinya mencapai Rp 60 miliar. Hotel ini diperkirakan dibuka pada bulan November mendatang.

Selanjutnya, Santika di  Kelapa Gading berjumlah 160 kamar. Ia menuturkan, investasi untuk hotel ini sedikit lebih murah karena struktur bangunan sudah ada. Jadi, perusahaan tinggal mengerjakan interior, dengan investasi Rp 300 juta per kamar. “Ini semacam renovasi. Diperkirakan akan dibuka bulan Desember."

Selain hotel-hotel itu, perusahaan juga membuat hotel berbintang lima dengan 90 kamar. Letak hotel ini berada dekat dengan Bali Nusa Dua Convention Center, Bali. Karena lebih berkelas, investasi per kamarnya pun lebih tinggi dari hotel-hotel sebelumnya, yaitu Rp 800 juta per kamar. Harga kamarnya pun, terang dia, direncanakan US$ 100 per malam. “Karena ini menempel di convention, kami banyak event internasional , maka kami buat yang bintang lima.”

Terkait dengan harga investasi per kamar, Andy menegaskan, “Angka itu biaya konstruksi saja, di luar tanah." Dengan dibukanya sejumlah hotel itu, ia menyebutkan akan ada 11 hotel yang berdiri hingga akhir tahun ini. Hingga pertengahan 2015, perusahaan menargetkan akan membuka 21 hotel dengan sekitar 3 ribu kamar. “Total investasi tahun ini sekitar Rp 230 miliar. Ini hotel saja,” tandas Andy. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!