Bisnis Indonesia dengan Oman Diperkuat

Berdagang dengan banyak negara, itulah yang sedang diupayakan oleh Kementerian Perdagangan. Tak hanya menyasar negara-negara tradisional, seperti Amerika Serikat, saja yang dilakukan sekarang ini. Negara-negara yang sudah memiliki hubungan dagang dengan Indonesia tetapi masih kecil nilainya, itulah yang sekarang dibidik. Salah satunya adalah Oman.

kementerian perdaganganDi Jakarta, Selasa (27/8/2013), Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia Muscat, Oman, dan Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan Indonesia-Oman Business Forum. "Indonesia-Oman Business Forum diselenggarakan  untuk membuka peluang ekspor di pasar non tradisional," jelas Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan, Dody Edward.

Menurut dia, untuk memenangkan persaingan di pasar global, pemerintah terus berupaya melakukan strategi yang komprehensif agar dapat mempertahankan, bahkan meningkatkan kinerja ekspor Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan penetrasi dan diversifikasi ke pasar-pasar non tradisional yang potensinya semakin berkembang dalam krisis global yang terjadi saat ini. Oman pun menjadi salah satu negara yang diincar Indonesia.

Pertemuan Indonesia-Oman Business Forum digelar demi meningkatkan hubungan dagang kedua negara. Pertemuan dihadiri oleh Delegasi Oman yang berjumlah 20 orang serta diikuti oleh 50 peserta dari berbagai perusahaan, industri, dan instansi di Indonesia.

Produk-produk Indonesia yang diminati Delegasi Oman, yaitu bahan-bahan bangunan (kayu,  gipsum, granit, tegel, dan lainnya), furnitur, garmen, kertas, alat tulis, alat elektronik, dan ban. Di akhir kegiatan, dilakukan pertemuan bisnis antara para peserta dengan buyers untuk meningkatkan jejaring kerja sama bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan Oman.

Pada pertemuan itu, Ditjen PEN memberikan informasi kepada para pengusaha Indonesia mengenai pasar Oman, dan sebaliknya memperkenalkan potensi Indonesia kepada Delegasi Oman. Selain itu, dijadwalkan pula kunjungan ke perusahaan yang diminati oleh Delegasi Oman.

Dody pun mengundang para pelaku bisnis dari Oman untuk datang kembali ke Indonesia di acara Trade Expo Indonesia 2013 yang ke-28, yang akan berlangsung pada tanggal 16-20 Oktober 2013, di Jakarta. "TEI merupakan ajang promosi tahunan  yang bertujuan memperluas  jaringan bisnis produk dan jasa yang diproduksi di Indonesia, serta untuk meningkatkan investasi asing di Indonesia," pungkas dia.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor Indonesia ke Oman selama lima tahun terakhir meningkat dari US$ 151,9 juta pada tahun 2008 menjadi US$ 237,8 juta pada tahun 2012, dengan tren sebesar 17,28 persen. Di tahun 2012, neraca perdagangan non migas Indonesia dengan Oman surplus US$ 11,65 juta. Hal ini merupakan perkembangan yang positif karena perdagangan non migas Indonesia dengan Oman sempat mengalami defisit di tahun 2011.

Sementara itu, nilai ekspor Indonesia selama lima tahun terakhir meningkat dari US$ 137 miliar pada tahun 2008 menjadi US$ 190 miliar pada tahun 2012, dengan tren sebesar 12,88 persen. Sedangkan nilai ekspor Indonesia hingga Juni 2013 sudah mencapai US$ 91 miliar. Adapun 10 negara terbesar tujuan ekspor Indonesia, yaitu China, Jepang, Amerika Serikat, India, Singapura, Malaysia,  Korea Selatan, Thailand, Belanda dan Taiwan yang dikategorikan sebagai pasar tradisional. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)