Bisnis Logistik Waresix Tumbuh 15 Kali Lipat

Indonesia memiliki 17.500 pulau yang membentang seluas 1.905 juta kilometer persegi. Keunikan kondisi geografis ini seringkali dipandang sebagai mimpi buruk bagi industri logistik. Pasalnya, keterjangkauan antar pulau menjadi sebuah masalah. Dampak dari kondisi ini adalah biaya logistik yang melambung sehingga memperberat biaya operasional bisnis.

Data Bank Dunia tahun 2016 mengungkapkan bahwa Indonesia berada di posisi ke-63 dari 160 negara untuk performa logistik. Walaupun masuk ke dalam 10 besar di antara negara dengan pendapatan tingkat menengah ke bawah, Indonesia masih memiliki peringkat di bawah sejumlah negara ASEAN seperti Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Waresix, perusahaan rintisan teknologi logistik dengan layanan end-to-end, berusaha memecahkan masalah tersebut dengan menekan biaya perusahaan. Bagaimana caranya? Ia menghubungkan operator gudang dan penyedia transportasi darat maupun laut (yang bersedia menyewakan ruang penyimpanannya) melalui sebuah platform digital.

Sejauh ini, Waresix sudah hadir di 10 kota, yakni Jakarta, Semarang, Surabaya, Pekanbaru, Bali, Makassar, Balikpapan, Bandung, Palembang, dan Dumai untuk menangani kebutuhan kargo, pengisian ritel, penyimpanan suhu dingin, transportasi, dan layanan pergudangan internasional untuk klien luar negeri.

Model transportasi multimoda ini cocok untuk diterapkan di Indonesia. Transportasi multimoda maksudnya menggabungkan metode transportasi yang berbeda untuk bisa mencapai area-area terpencil.

Masalahnya, model multimoda terlalu rumit dan mahal bagi perusahaan. Waresix melihat peluang ini dengan menghadirkan layanan transportasi multimoda yang terintegrasi. Mereka mengkombinasikan berbagai moda transportasi untuk menjangkau daerah-daerah terpencil dari satu pulau ke pulau lain. Dengan sistem ini, Waresix menjadi satu-satunya pemain di industri logistik yang menyediakan solusi pengiriman end-to-end yang bisa memecahkan tantangan geografis di Indonesia.

“Banyak yang salah paham dengan kondisi logistik di Indonesia, apalagi bila dilihat dari kacamata orang luar. Berbeda dengan India atau Tiongkok, Indonesia bukanlah sebuah daratan homogen besar, dan karena itu akan membutuhkan pendekatan transportasi multimoda hyperlocal yang terfragmentasi,” jelas Willson Cuaca, Managing Partner East Ventures, yang memberikan pendanaan tahap awal pada Waresix.  Waresix berada pada momentum yang tepat untuk membuat industri logistik jadi lebih optimal dan efisien.

Andree Susanto, Co-founder dan CEO Waresix, melalui siaran persnya (15/4/2019) mengatakan, “Kami berhasil mengatasi tantangan ini karena  berinvestasi pada orang-orang yang tepat. Kami juga selalu berinovasi dengan teknologi dan berfokus pada kebutuhan pelanggan."

Sedari awal, Waresix membangun tim yang kuat dengan pemahaman komprehensif terkait rantai pasokan di Indonesia. Selain itu, pihaknya menyediakan platform untuk mengoptimalkan solusi. Semua hal ini membuat Waresix menjadi pemain yang unggul di Indonesia, karena tidak ada perusahaan teknologi logistik lain yang berhasil melakukan hal itu.

Andre menambahkan, dengan memusatkan perhatian pada pelanggan sebagai mitra akuntabel yang memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya masing-masing, Waresix telah bertumbuh 15 kali lipat saat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Melihat kondisi pertumbuhan tersebut, Andre memproyeksikan akan mendapatkan laba dalam waktu dekat, namun pihaknya memutuskan untuk menginvestasikan pendapatan tersebut demi membangun tim, infrastruktur, dan layanan yang lebih kuat.

Waresix saat ini menangani transaksi bulanan senilai lebih dari 100.000 metrik ton dengan tingkat pertumbuhan mencapai 25% month-on-month. Hingga saat ini, terdapat 100 bisnis (baik berbentuk perusahaan maupun usaha menengah) yang menggunakan platform Waresix untuk mencari layanan logistik sesuai kebutuhan mereka. Waresix juga bekerja sama dengan 2.000 supplier yang mencakup operator gudang dan penyedia transportasi darat.

Dengan platform tersebut, pelanggan bisa memilih layanan logistik yang memiliki pengetahuan dan keahlian lokal di bidang masing-masing, sehingga pelanggan mendapatkan jaminan dan ketenangan untuk urusan logistik yang mereka butuhkan.

Pelanggan juga memiliki fleksibilitas dalam mengubah spesifikasi pengiriman. Mereka bisa menggunakan gudang Waresix untuk konsolidasi dan dekonsolidasi, sehingga akan menjadikan sistem distribusi lebih efisien. Selain itu, pelanggan dapat memanfaatkan armada truk yang disediakan oleh perusahaan rintisan ini.

Ke depan, Waresix berencana untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis dan memberdayakan klien mereka agar bisa mengelola rantai pasokan yang lebih transparan, efisien, dan praktis - sehingga pada akhirnya akan meningkatkan laba usaha.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)