Bisnis Timah di Babel Mulai Suram, Pariwisata dan Perikanan Digenjot

Propinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), belakangan menjadi sorotan, lantaran kecantikan alamnya yang terekspos lewat film Laskar Pelangi. Dampak kesuksesan film tersebut ternyata membawa perkembangan yang pesat juga bagi wisata alam khususnya di pulau Belitung. Pariwisata yang masuk dalam kategori sektor tersier dalam bidang ekonomi ternyata menjadi salah satu peyumbang tersbesar dalam perekonomian di Babel. Sektor pariwista, termasuk didalamnya perdagangan, hotel, restoran, real estate, transportasi dan jasa lainnya, menyumbangkan sekitar 11,94 % - 19,11 %.

asisten i babel

Penopang kedua adalah sektor primer, dengan kontribusi sebesar 34,42 %, yang termasuk dalam sektor ini adalah pertanian, perkebunan dan pertambangan. Sedangkan kontribusi terkecil adalah sektor sekunder seperti industri pengolahan, listrik, gas, air bersih dan konstruksi. Khusus untuk pertambangan timah, pemerintah propinsi Babel kini mulai melihatnya sebagai komoditi yang berkurang prospeknya lantaran berbenturan dengan kepentingan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu pemerintah Propinsi Babel, mulai mengarahkan investasi pada sektor lainnya seperti Pariwisata, Perikanan dan Perkebunan.

Berikut kutipan wawancara wartawan SWA, Arie Liliyah dengan Asisten I Gubernur Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Amrulah Harun, dalam acara Business Investment Briefing, di Hotel Sari Pan Pacific, 26/8/2014.

Di antara sekian sektor yang dipaparkan dihadpan para calon investor tadi, mana yang paling ditekankan untuk dikembangkan di Babel saat ini?

Yang paling ditekankan yang pertama sektor perikanan dan sektor pariwisata. Khusus untuk pariwisata kami memiliki 56 obyek wisata alam, 45 obyek wisata budaya, 8 obyek wisata sejarah dan 20 obyek agrowisata. Sedangkan untuk sektor perikanan kami punya potensi perikanan tangkap dan budidaya seperti kerapu, teripang, rumput laut dan kerang-kerangan. Lokasi budidaya rumput laut dan kerapu saat ini ada 120.000 Ha dengan potensi produksi bisa mencapai 1.2 juta ton/tahun.

Bagaimana dengan pertambangannnya khususnya timah ?

Sektor pertambangan itu makin ke depan kami tidak lagi mengandalkan sektor itu, karena pertambangan itu suatu saat nanti akan habis, tidak sustainable. Seperti timah, itu suatu ketika akan habis, jadi mulai sekarang sudah harus kami siapkan, pasca timah ini nanti sektor apa yang bisa diandalkan untuk menggalakkan perekonomian di Bangka -Belitung.

Sebenarnya selama ini, tidak bisa kami pungkiri bahwa sektor tambang khususnya Timah inilah yang menggerakkan perekonomian di Bangka Belitung sejak jaman Belanda dulu. Meskipun kontribusinya terhadap PAD langsung tidak seberapa besar, kami hanya dapat 3 %, dan itu pun unutk dibagikan lagi untuk berbagai sektor pembangunan, tetapi multiplyer efeknya itu terhadap ekonomi masyarakat itu yang besar.

Jadi apakah artinya sektor tambang timah akan dihentikan?

Tidak juga, tetapi sekarang sudah saatnya kami mulai beralih dari timah ke komoditi lain atau ke sektor lain. Jadi salah satunya itu yang kami siapkan untuk ditawarkan ini adalah sektor kelautan, karena kami kan daerah bahari. 80 % wilayah kami adalah laut. Pertambangan yang sduah ada akan terus berjalan, tetapi kami tidak bisa mengandalkannya semata untuk menopang ekonomi. Selain itu kami juga punya lada muntok dan karet oitu harganya fluktuatif sekali, jadi kami juga tidak bisa mengandalkan itu setiap saat, karena tidak jaminan.

Artinya yang bisa kami harapkan potensinya sustainable itu ya seperti sektor kelautan dan pariwisata. Tetapi kenadala kami untuk sektor perikanan ini masih banyak salah satunya keterbatasan sarana dan prasarana, misalnya kapal-kapal kami terbatas (kapal tangkap) jadi luas jelajahnya juga jadi terbatas, akibatnya produksi jadi belum optimal. Selain itu juga sarana dan prasarana pengolahan serta cold storage, itu semua masih terbuka jadi peluang investasi di tempat kami. Potensi perikanan kami masih besar, tetapi yang tekeksplor baru sedikit.

Kemudian juga dari sektor pertambangan tetap akan ada, tetapi kami akan arahkan ke industri olahan bahan-bahan mineral hasil ikutan timah. Jadi seperti, tanah jarang (realearth), dan mineral lainnya seperti xenotim, dll. Nah, kesulitan kami, adalah belum memiliki teknologi untuk mengekstrak mineral-mineral tadi, nah, lagi-lagi ini peluang investasi. Sudah banyak investor yang berminat untuk masuk ke bidang ini.

Infrastrukturnya bagaimana?

Di kami, kalau infrastruktur jalan sudah bagus semua, kemudian bandara sduah beroperasi semua baik yang di Bangka maupun yang di Belitung, penerbangan dari Jakarta sudah ada empat kali penerbangan dalam sehari, dan penerbangan ke kota-kota besar sekitarnya seperti Palembang. Tetapi kendali kami adalah listrik, kami masih sering byar-pet, kami pembangkitnya masih diesel. Memang sekarang sedang dibangun yang batubara, dengan kapaitas 2 x 30 megawatt, tetapi belum rampung. Oleh karena itu kalau di listrik ini ada yang mau investasi kami siap membantu.

Kemudahan-kemudahan investasi apa saja yang ditawarkan?

Kami sudah siapkan kemudahan layanan satu pintu, jadi semua urusan perijinan itu “one stop service”. Kalau insentif lainnya kami ikut regulasi dari pusat, kalau kami pemerintah daerah tidak punya kebijakan insentif itu.

Provinsi Bangka Belitung inikan kepulauan, transportasi antar pulaunya bagaimana?

Aksesnya ada lewat udara ada lewat laut. Jadi penerbangan dari Bangka ke Belitung ada, 2 kali sehari. Selain itu juga penyeberangan laut dengan ferry ini ada setiap hari, dari Bangka ke Belitung, Palembang dan Batam.

Kalau pariwisatanya bagiamana pembangunannya?

Jadi, obyek-obyek wisata itu kebanyakan di luar kota, yang jadi kendala adalah belum ada transportasi umum yang sampai ke lokasi. Jadi kendala kebanyakan calon wisatawan itu adalah bagaiaman mereka bisa kesana kalau tidakada angkutan khusus dari kota ke sana. Selain itu juga, peluang lainnya adalah kami masih minim agen tour & travel, sehingga bagi calon investor ini adalah salah satu bidang jasa yang propektif saat ini.

Bagaimana dengan akomodasi lainnya seperti hotel, apakah sudah berkembang disana?

Iya , khusus untuk hotel, beberapa tahun terakhir ini berkembang pesat, rata-rata bintang empat yang masuk ke sana, seperti Novotel, Santika dan Aston. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)